Kemendikbudristek Tetapkan Syair Gulung dan Kanjan Serayong dari Ketapang Jadi Warisan Budaya Tak Benda

photo author
Tim Pontianak Globe 01, Pontianak Globe
- Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:05 WIB
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ketapang bersama tokoh adat memaparkan arti dan makna Syair Gulung dan ritual adat Kanjan Serayong Dayak Pesaguan Kabupaten Ketapang. (Insidepontianak.com/Ist)
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ketapang bersama tokoh adat memaparkan arti dan makna Syair Gulung dan ritual adat Kanjan Serayong Dayak Pesaguan Kabupaten Ketapang. (Insidepontianak.com/Ist)

Ada juga yang menyebutnya syair laying karena isinya hanya selayang pandang. Lama-kelamaan, karena syair tersebut selalu digulung dan digantung pada paruh burung kertas di puncak kekayun atau pohon-pohonan hias yang dibuat dalam setiap acara adat Melayu, maka akhirnya masyarakat menyebutnya syair gulung.

Kanjan Serayong
Sementara Kanjan Serayong merupakan ritual adat kematian dalam masyarakat Dayak Pesaguan Kabupaten Ketapang untuk menghormati arwah orang yang sudah meninggal.

Makna dari menganjan ini adalah semacam ungkapan kemenangan atas maut. Upacara adat ini seperti mengganti suasana dalam masa berkabung menjadi suasana yang riang gembira.

Ritual Kanjan Serayong merupakan ritual terakahir dalam adat kematian Dayak Pesaguan yang disebut melepas pantang ponti tobu joru kuning mirah sampang jeronang.

Dalam tradisi dan kepercayaan Dayak Pesaguan, arwah keluarga yang telah meninggal akan masuk ke sebayan tujoh saruga dalam.

Tempat di mana air tidak membusuk, nasi tak pernah basi, satu tempat yang digambarkan sebagai tempat yang abadi, dengan kebahagian dan kekekalan. (Muhammad Fauzi/Inside Pontianak) ****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Inside Pontianak

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X