PONTIANAKGLOBE -- Peningkatan harga dari sebelah kelompok pengeluaran menyumbang kenaikan inflasi Kalimantan Barat pada Januari 2023 year on year (y-o-y) sebesar 5,70% dibandingkan Januari 2022 sebesar 2,36% y-o-y.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat menyebutkan kelompok pengeluaran berkontribusi terhadap inflasi Kalbar yakni kelompok transportasi sebesar 16,81%, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,17%.
Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 5,63%, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,43%, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,4%.
"Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 4,15%, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 2,51%, kelompok pendidikan sebesar 1,27%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,46%, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,16% dan kelompok kesehatan sebesar 0,02%," kata BPS dalam berita resmi statistik, Rabu (1 Februari 2023).
Dari sisi komoditas yang menyumbang inflasi Januari 2023 meliputi bensin, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, rokok kretek filter, mobil, bawang merah, daging babi dan air kemasan, telur ayam ras, kangkung.
Kendati mengalami inflasi y-o-y dari Januari 2023 ke Januari 2022, tetapi secara khusus year to date (y-t-d) tingkat inflasi pada Januari 2023 sebesar 0,26% sementara Januari 2022 sebesar 0,83%.
Sementara itu dibandngkan dengan kota lain yang diukur inflasi di Kalbar, Kabupaten Sintang tertinggi inflasi secara y-o-y sebesar 5,80% dibandingkan Kota Pontianak mencapai 5,74% dan Singkawan sebesar 5,50%.