PONTIANAKGLOBE -- Peningkatan kelompok pengeluaran menjadi penyebab inflasi Kota Pontianak pada November 2022 sebesar 0,34% meningkat sebesar 0,27% dibandingkan dengan inflasi Oktober 2022. Salah satu penyumbang adalah rokok filter.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat menyatakan ada 8 kelompok pengeluaran yang menyumbang kenaikan inflasi pada November 2022 ini.
Dari catatan BPS kelompok tersebut yakni, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,82%, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,56%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,28%, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,21%.
Berikutnya adalah kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10%, kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok perumahan, listrik, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,01% dan kelompok kesehatan sebesar 0,003%.
Kendati ada kenaikan dari kelompok pengeluaran, kelompok tersebut juga mengalami penurunan yakni informasi, komunikasi dan jasa keuangan dan transportasi sebesar 0,01%. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan indeks harga konsumen (IHK) adalah kelompok pendidikan.
Dalam kelompok makanan ini yang dominan menyumbang inflasi adalah kangkung, bawang merah, rokok kretek filter, sawi hijau, dan daging babi.
Sementara untuk kelompok pakaian adalah sepatu olahraga pria dan kemeja pendek anak. Di kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga adalah penyumbang inflasi seperti pasir, cat tembok, bahan bakar rumah tangga, cat kayu atau cat besi.
Artikel Terkait
Harga Rokok Tembakau Dipastikan Naik Menyusul Naiknya Tarik Cukai Hasil Tembakau Sebesar 10 Persen
Atasi Inflasi, Kalbar Sebar 26.000 Paket Sembako. Berapa Warga Rogoh Kocek?