PONTIANAKGLOBE –Pemprov Kalimantan Barat (Kalbar) menyiapkan 26.000 paket sembako untuk mengendalikan Inflasi sekaligus menyongsong hari besar keagamaan nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat mengatakan dari 26.000 Paket tersebut dengan rincian 2.000 paket untuk kota indikator dan 1.000 paket untuk kota yang bukan merupakan indikator inflasi.
Hal itu disampaikannya antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Pemkab Sekadau Gelar Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Camat Sekadau Hilir, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kamis (24/11/2022).
Pada Gelar Pangan Murah ini, masyarakat tetap membayar tetapi disubsidi oleh Pemerintah Provinsi yang harga satu paket seharusnya sekitar Rp180.000 tetapi Pemerintah memberi subsidi senilai Rp80.000 sehingga masyarakat membayar Rp100.000.
Untuk paket komoditi pangan yang dibagikan kepada masyarakat terdiri dari beras premium 5 Kg, gula pasir 2 Kg, minyak goreng premium 1800 ml, margarin 2 bungkus, tepung terigu 1 Kg dan krimmer kental manis 2 kaleng.
Kegiatan Gelar Pangan Murah dalam rangka Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan dan Menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN). Heronimus Hero mengatakan bahwa tujuan kegiatan Gelar Pangan Murah ini adalah untuk pengendalian inflasi serta masih dalam rangka hari pangan sedunia dan kemudian juga menyongsong hari besar keagamaan nasional.
“Kegiatan Gelar Pangan Murah ini digelar di seluruh Kalimantan Barat terutama kota-kota indikator inflasi yaitu Pontianak, Singkawang dan Sintang,” kata Heronimus dikutip Pontianak Globe, Jumat (25 November 2022).
Menurutnya, selain pengendalian inflasi melalui Gelar Pangan Murah ini, Dinas Ketahanan Pangan bersama Pemerintah Kabupaten juga menyalurkan dalam bentuk bantuan sosial (bansos) dengan target sasaran masyarakat miskin ke bawah.
Sekadau sudah menerima bansos sebanyak 600 paket yang penerimanya dipilih oleh Pemerintah Kabupaten lalu diserahkan ke kecamatan untuk memilih masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Heronimus juga berharap kegiatan Gelar Pangan Murah ini bisa mengendalikan permintaan dipasar sehingga harga barang khususnya makanan pokok seperti beras, tepung, gula dan minyak goreng tidak naik karena permintaannya telah digeser ke Gelar Pangan Murah ini.
Artikel Terkait
Siomay dan Bubur Bikin Inflasi Kota Pontianak 0,07 Persen Oktober 2022
Tekan Inflasi, Pemkot Semarang Jual Sembako Murah Bagi Warga