PONTIANAKGLOBE -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan kelompok pengeluaran transportasi penyumbang inflasi Kalimantan Barat sebesar 18,57% pada Desember 2022 dengan angka inflasi mencapai 0,55%.
Kelompok pengeluaran lain tertinggi setelah transportasi adalah perawatan pribadi dan jasa sebesar 8,04%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 6,33%, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,96%, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 5,08%.
Setelah itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 4,46%, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 2,79%, kelompok pendidikan sebesar 1,27%, kelompok kesehatan sebesar 0,44% dan kelompok pakaian dan alas sebesar 0,42%.
Adapun kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,11%.
Dari sisi komoditas yang berkontribusi menyumbang inflasi pada Desember 2022 yakni bensin, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, rokok kretek filter, mobil, bawang merah, kangkung, bayam, telur ayam ras dan air komoditas.
Apabila dibandingkan kota-kota lain di Kalimantan, Kota Pontianak menempati urutan keempat inflasi tertinggi setelah Kota Banjarmasi sebesar 0,72%, selanjutnya Kota Tarakan sebesar 0,59% disusul Kotabaru sebesar 0,58%. Sementara itu, Kota Singkawang mengalami inflasi sebesaar 0,50%.
Artikel Terkait
Siomay dan Bubur Bikin Inflasi Kota Pontianak 0,07 Persen Oktober 2022
Petugas Regsosek Belum Datang, Warga Boleh Sambangi Kantor BPS
Pemkab Melawi Gelar Operasi Pasar Murah di Kecamatan Ella Hilir untuk Kendalikan Inflasi Daerah