Baca Juga: Polisi Bertindak Cepat, Pelaku Penipuan Minta THR Langsung Tangkap ke Restoran di Tambora
Talkshow tersebut dibuka secara langsung oleh Dr. Doddy Irawan ST,. M.Eng selaku Rektor UM Pontianak. Selain membuka kegiatan ini, Beliau juga memberikan materi pengantar kepada para peserta.
Beliau mengajak semua peserta untuk dapat meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian kepada saudara sesama muslim
Pada pemaparan materinya, Tuan Abdulhakim Idris dan Tuan Hazaretali Wushur mengutarakan nasib bangsa Uyghur yang ditindas oleh Pemerintah China. Mereka bercerita bahwa disana Muslim Uyghur tidak bisa menjalankan ibadah secara normal.
Baca Juga: Nilai Tukar Petani Kalbar Naik 1,62 Persen Sepanjang Maret 2023, Ini Penyumbangnya
Baca Juga: Melirik Potensi Cabai Mentoyek Landak Dengan Omset Rp325 Juta
Selain itu, untuk mengenyam pendidikan juga sulit dan juga saat melalukan perjalanan mereka selalu di periksa dengan ketat. Oleh karena itu, Mereka berharap dalam kunjungan ini Indonesia mendapatkan informasi dari tangan pertama mengenai nasib bangsa Uyghur di China yang berjumlah sekitar 20 juta orang.
Tak hanya itu, mereka juga berharap kalangan akademisi dan masyarakat umum Indonesia dapat bekerjasama dalam mempromosikan nasib bangsa Uighur melalui berbagai kajian dan seminar. Melalui kerjasama dengan UM Pontianak ini diharapkan juga muncul berbagai kajian dan penelitian mengenai bangsa Uyghur di China.