PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar kegiatan Asistensi Produksi Melalui Layanan Digital dan Hilirisasi Komoditas Kratom di Hotel Orchardz Gajahmada, Pontianak, Kamis, 14 Aguatus 2025.
Kegiatan ini dihadiri Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil, Dr Ali Alkatiri ST MSi.
Baca Juga: Bye FOMO! 4 Kebiasaan Liburan Gen Z yang Resmi Ditinggalkan di 2025
Dalam sambutannya, Ali menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan hilirisasi sumber daya alam sebagai salah satu Program Prioritas Nasional RPJMN 2024–2029.
Hilirisasi, menurutnya, bukan hanya proses industri, tetapi strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja.
“Hilirisasi bukan sekadar proses industri, melainkan strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar, dan tentunya menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Ali menegaskan, usaha skala kecil memiliki peran penting dalam struktur ekonomi Indonesia, sehingga sudah selayaknya dilibatkan dalam hilirisasi sumber daya alam.
Baca Juga: Kereta Api Trans Borneo Siap Terwujud Tahun 2026, Sambungkan Malaysia-Brunei-Indonesia
Ia berharap komoditas kratom yang saat ini umumnya hanya diolah menjadi tepung, dapat dikembangkan ke tahap hilirisasi yang lebih tinggi untuk menghasilkan nilai jual yang lebih besar.
“Jika dikembangkan lebih jauh, hilirisasi akan memberi nilai tambah yang lebih tinggi, dan ini akan semakin mensejahterakan,” tambahnya.
Menurut Ali, keberhasilan hilirisasi kratom memerlukan kolaborasi antara kementerian, pelaku usaha kecil, dan pemerintah daerah.
Kesamaan persepsi dan langkah bersama yang terukur menjadi kunci agar proses berjalan efektif.
Ia juga menyoroti perlunya menghindari kesenjangan antara UMKM penghasil bahan baku setengah jadi atau jadi dengan kebutuhan pasar.
Untuk itu, asistensi diperlukan, termasuk melalui platform digital yang memungkinkan interaksi langsung antara pelaku UMKM dan pakar.
“Ke depan, kami akan menyiapkan mesin Robotic AI dengan kriteria tertentu yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha. Jika layanan itu memuaskan, artinya asistensi ini berhasil,” jelasnya. ***