Kereta Api Trans Borneo Siap Terwujud Tahun 2026, Sambungkan Malaysia-Brunei-Indonesia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:27 WIB
Foto Ilustrasi - Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke Siew Fook menyebut studi kelayakan proyek kereta api Trans Borneo rampung pada kuartal ketiga 2026. (Unsplah @Johannes Plenio)
Foto Ilustrasi - Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke Siew Fook menyebut studi kelayakan proyek kereta api Trans Borneo rampung pada kuartal ketiga 2026. (Unsplah @Johannes Plenio)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK --Proyek ambisius kereta api Trans Borneo yang akan menghubungkan Sabah, Sarawak, Brunei, dan Kalimantan, Indonesia, semakin dekat untuk diwujudkan.

Studi kelayakannya ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026.

Baca Juga: Pevita Pearce Tetap Bolak-balik Jakarta dan Bali Meski Menikah dengan Pengusaha Malaysia, Ternyata Ini Alasannya

Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke Siew Fook, mengungkapkan bahwa konsultan lokal telah ditunjuk untuk mengerjakan studi kelayakan selama 12 bulan, dimulai Juni 2025.

Studi ini mencakup rencana jalur Kereta Api Lintas Kalimantan di Sabah dan Sarawak.

Menurut Loke, kajian akan memuat analisis mendalam dari aspek teknis, komersial, sosial-ekonomi, operasional, tata kelola, hingga manfaat sosial.

Baca Juga: Penyelundupan Mobil Mercedes Benz S280 dari Malaysia Digagalkan Bea Cukai Sintete

“Hasil utama dari konsultan mencakup rekomendasi rencana strategis, jadwal implementasi, rencana aksi, dan garis waktu, serta memastikan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya, Kamis, 14 Agustus 2025.

Pemerintah federal Malaysia mengalokasikan dana RM7 juta atau sekitar Rp26 miliar untuk membiayai studi ini.

Wakil Menteri Sabah III, Datuk Shahelmey Yahya, menyebut proyek tersebut sudah tercantum dalam Rencana Malaysia ke-12.

Baca Juga: Momen Akrab Prabowo dan Anwar Ibrahim di Rumah Tangsi, Pererat Kerjasama Indonesia-Malaysia

Jalur kereta lintas negara ini pertama kali diusulkan pada 2015 oleh mantan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak, kepada Presiden Indonesia saat itu, Joko Widodo.

Jika terwujud, Trans Borneo akan menjadi penghubung strategis pergerakan orang, barang, dan jasa di jantung Pulau Borneo, membuka era baru konektivitas lintas negara di Asia Tenggara. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X