PONTIANAKGLOBE.COM, KUALA LUMPUR -- Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti lobi Hotel Grand Hyatt Kuala Lumpur pada Minggu malam, 25 Mei 2025, saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN.
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di Malaysia menyambut kedatangan Presiden dengan antusias.
Baca Juga: Respons Ayah Lesti Kejora soal Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Doakan Saja
Salah satunya, Kamaludin—perantau asal Gayo Lues, Aceh—mengaku tak kuasa menahan haru saat akhirnya bertemu langsung dengan sosok yang selama ini hanya ia lihat dari layar kaca.
“Saya datang khusus untuk bertemu Pak Presiden. Selama ini hanya melihat beliau lewat media. Tapi hari ini bisa berjabat tangan langsung. Rasanya sulit digambarkan dengan kata-kata,” ucap Kamaludin dengan mata berbinar.
Ia juga mengapresiasi keramahan Prabowo yang dinilainya terbuka dan menghargai para diaspora.
Baca Juga: Trump Peringatkan Apple! Produksi iPhone Harus di AS atau Kena Tarif Impor 25 Persen
“Beliau menyambut kami dengan hangat. Itu membuat saya merasa dihargai sebagai bagian dari bangsa ini,” katanya.
Kamaludin secara khusus menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden.
Menurutnya, inisiatif tersebut bukan sekadar program, melainkan bentuk nyata kehadiran negara bagi rakyat kecil.
“Sebagai orang kampung, saya tahu rasanya berangkat sekolah tanpa makan. Banyak anak-anak mengalami itu. Tapi Pak Prabowo bisa melihat dan merasakan penderitaan mereka. Itu sangat menyentuh,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan pembentukan pusat pengaduan atau call center di tiap provinsi guna menampung aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan program nasional.
Baca Juga: 8 Pemain yang Dilepas Persija Jakarta Usai Liga 1 2024/2025, Termasuk Satu Pemain Timnas Indonesia
Menariknya, di akhir wawancara, Kamaludin menyamakan Prabowo dengan sosok Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.
“Dulu saya sempat ragu dengan Pak Prabowo. Tapi setelah melihat langsung kepemimpinannya—terutama ketegasannya dalam penegakan hukum—saya berubah. Koruptor bisa ditindak hanya dalam hitungan bulan. Kalau boleh saya bilang, mungkin Pak Prabowo ini adalah Soekarno kedua,” tutupnya mantap. ***
Artikel Terkait
Gibran Rakabuming Beberkan Pelaksanaan MBG di Retret Kepala Daerah kepada Para Gubernur dan Bupati serta Wali Kota, Ini Harapan Putra Jokowi Itu
Kepala Badan Gizi Nasional Ungkap Penyebab Kasus Keracunan MBG: Mitra Baru Belum Berpengalaman
4 Poin Arahan Wapres Gibran saat Retret Kepala Daerah, dari Program MBG hingga Sertifikasi Halal UMKM, Begini Kata-nya
KPK Terima Informasi Dugaan ‘Pilih Kasih’ dalam Program MBG, dari Pembangunan hingga Bahan Baku
Biasa Urusi MBG, Kepala BGN Sebut Kekalahan Timnas Indonesia karena Kurang Gizi, Komisi X DPR RI: Jangan Berlebihan!
Sarankan Pakai Produk Lokal, DPR Minta BGN Hentikan Impor Tempat Makan MBG dari China