Rumah duka dipenuhi pelayat sejak pagi.
Tangis keluarga dan keheningan warga mencerminkan kesedihan mendalam atas kehilangan sosok yang dikenal baik hati itu.
Yang mengejutkan, pelaku penyerangan merupakan tetangga korban yang rumahnya hanya berjarak satu meter.
Informasi dari warga menyebutkan, pelaku—remaja 16 tahun yang juga yatim piatu serta penyandang tuna wicara dan tuna rungu—sering menerima bantuan dari Diah, mulai dari makanan hingga jajan.
Pelaku diduga masuk dari bagian belakang rumah korban dengan memanjat tembok dan membuka jendela.
Suara keributan membuat tetangga segera datang ke lokasi.
Roy, warga yang pertama kali membantu, menceritakan bagaimana ia melihat ayah korban sedang memiting pelaku saat ia masuk ke kamar.
Diah mengalami luka serius di bagian kepala, leher, dan dada akibat tusukan benda tajam.
Ia sempat dilarikan ke RS Kartika Husada, namun nyawanya tidak tertolong.
Sang ayah, Solikin (61), mantan anggota polisi, turut mengalami luka saat mencoba melindungi putrinya.
Sementara itu penyelidikan kasus ini masih terus berlanjut.
Kasatreskrim Polres Kubu Raya, Iptu Hafiz Febrandani, menyatakan pelaku telah diamankan.
Mengingat pelaku masih di bawah umur dan memiliki keterbatasan dalam komunikasi, penyidik akan mendatangkan ahli bahasa isyarat untuk proses pemeriksaan.