Pria di Kubu Raya Tewas Gantung Diri, Pesan WhatsApp Terakhir untuk Anak-anaknya Bikin Haru

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 6 Januari 2025 | 20:45 WIB
Anggota polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah seorang pria yang tewas gantung diri di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Minggu, 5 Januari 2025, sekitar pukul 14.40 WIB. (Dok. Humas Polres Kubu Raya)
Anggota polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah seorang pria yang tewas gantung diri di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Minggu, 5 Januari 2025, sekitar pukul 14.40 WIB. (Dok. Humas Polres Kubu Raya)

Baca Juga: Pontianak Menuju Go Green, Kantong Plastik Dilarang, Ini Dampaknya PONTIANAKGLOBE.COM, KUBU RAYA -- Seorang pria berinisial TM (47), warga Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, ditemukan tewas tergantung di depan pintu kamar rumahnya pada Minggu, 5 Januari 2025, sekitar pukul 14.40 WIB.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh perawat korban, yang langsung melapor kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Sungai Raya.

Baca Juga: Penembakan Bos Rental Mobil di Tol Tangerang-Merak, Kapolda Banten Ungkap Kronologi dan Sanksi Tegas Anggotanya

Menurut Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, korban ditemukan tergantung dengan tali nilon.

Peristiwa ini terungkap setelah perawat korban kembali ke rumah usai mengambil barang dari rumah keluarganya.

“Perawat meninggalkan rumah sekitar pukul 12.00 WIB dan kembali sekitar pukul 14.30 WIB, lalu menemukan korban dalam keadaan tergantung,” ujar Ade, Senin, 6 Januari 2025.

Sontak, saksi berteriak meminta bantuan warga. Ketua RT segera menghubungi Polsek Sungai Raya dan keluarga korban.

Baca Juga: Hari Pertama Makan Bergizi Gratis di Boyolali, Orang Tua Puas Anak Makan Bersama di Sekolah

Hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Kubu Raya dan Sat Reskrim Polsek Sungai Raya mengungkapkan, korban menderita diabetes dan stroke sejak 2017.

Selama dua bulan terakhir, korban yang sudah menduda tinggal bersama perawatnya, sementara kedua anaknya berada di luar daerah, yakni di Kabupaten Ketapang dan Provinsi Sulawesi.

“Sebelum kejadian, korban sempat mengirim pesan WhatsApp kepada anak-anaknya, berpesan agar mereka menjaga kesehatan,” kata Ade.

 

Keluarga korban menolak otopsi dan setelah pemeriksaan di Rumah Sakit Soedarso, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Kami menduga korban bunuh diri akibat depresi karena penyakit kronis. Namun, penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan penyebab kematian,” pungkas Ade. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X