Satpam di rumah sakit tersebut, Nugroho, mengungkapkan bahwa rapat internal mengenai penutupan rumah sakit telah dilakukan pada Kamis, 27 Maret 2025.
"Lebih jelasnya, bisa datang tanggal 7 April, karena saat itu ada pembagian surat PHK. Tanggal 8 juga ada perhitungan aset dan pengembalian obat di apotek," katanya.
Selain itu, ia membagikan pengalaman tantangan selama bekerja di RS Pro Medika.
"Di sini kerja harus bisa semuanya -- mengangkut jenazah, mengatur parkir, mengganti regulator oksigen, bahkan kadang donor darah untuk pasien yang membutuhkan," ungkapnya.
Joko, petugas keamanan lainnya, menambahkan bahwa RS Pro Medika sempat menghentikan operasionalnya selama empat bulan saat pandemi COVID-19.
Namun, setelah kembali beroperasi, jumlah pasien tetap tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.
"Kadang dalam sehari hanya ada empat atau lima pasien, bahkan pernah tidak ada pasien sama sekali," ujarnya. ***