"Soal alasan penutupan, saya tidak tahu pasti. Tapi kabarnya pihak manajemen akan memberikan penjelasan pada 8 April," ujarnya.
Nugroho yang telah bekerja di RS Pro Medika selama 18 tahun mengaku merasakan tanda-tanda penurunan sejak pandemi COVID-19 pada 2019.
Jumlah pasien yang berkunjung semakin berkurang, bahkan dalam beberapa hari tidak ada pasien sama sekali.
Selain itu, jam kerja pegawai juga mulai dikurangi dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, membenarkan informasi penutupan RS Pro Medika berdasarkan keterangan dari direktur rumah sakit.
"Iya, itu informasi dari direktur," katanya, Rabu, 2 April 2025.
Menurutnya, selama ini operasional rumah sakit berjalan baik tanpa ada keluhan dari masyarakat maupun pegawai.
Meski demikian, keputusan penutupan tetap diambil, dan alasan pastinya masih belum diketahui.
Dengan ditutupnya RS Pro Medika, pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat semakin berkurang.
Namun, Saptiko memastikan kondisi ini masih dalam batas aman karena rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
"Warga diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan puskesmas atau fasilitas kesehatan primer sebelum dirujuk ke rumah sakit lain," tambahnya.
18 Tahun Beroperasi
RS Pro Medika didirikan pada 24 Maret 2007 dan awalnya beroperasi sebagai klinik sebelum berkembang menjadi rumah sakit dengan 115 karyawan.
Kini, setelah resmi tutup, hanya tersisa tiga karyawan yang masih bertugas sebagai petugas keamanan untuk menjaga aset rumah sakit hingga terjual.