kalbar-kita

Sejarah Berdirinya CU Stella Maris, dari Ide Pastor Menjadi Solusi Ekonomi Umat

Selasa, 12 November 2024 | 12:46 WIB
Kantor Pusat CU Stella Maris. (custellamaris.org)

Awalnya, CU Stella Maris merupakan program kerja Dewan Paroki pada tahun 1995.

Baca Juga: Prabowo Subianto Tegaskan Kolaborasi Indonesia-China Akan Dukung Perdamaian dan Pertumbuhan Ekonomi

Layanan pertama dibuka setiap hari Minggu, dan pola ini tetap dipertahankan hingga sekarang.

Pelayanan awal dilakukan di salah satu ruangan gedung serbaguna, meskipun sempat menuai protes dari sebagian umat yang merasa kurang setuju dengan kehadiran CU di lingkungan gereja.

Namun, pengurus Dewan Paroki yakin bahwa CU bisa menjadi solusi bagi umat yang membutuhkan bantuan keuangan.

Dalam dua tahun pertama, Credit Union Stella Maris (CUSM) hanya beroperasi pada hari Minggu, tepatnya setelah Misa pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Seluruh pengurus bekerja secara sukarela, melayani anggota yang datang sepulang misa.

Seiring waktu, jumlah anggota semakin meningkat, sehingga layanan harian pun mulai dibuka, dengan manajemen yang lebih profesional dan standar CU.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Platform Digital Realisasikan Kerja Sama dengan Media untuk Jurnalisme Berkualitas

Peran pengurus, pengawas, dan staf dibedakan, masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas.

Mulai tahun 2000, CUSM membuka layanan bagi masyarakat umum.

Banyak yang sempat heran melihat banyak orang dengan pakaian khas, seperti kerudung dan songkok atau peci, datang ke gereja pada hari Minggu.

Rupanya, mereka adalah anggota CUSM yang hadir untuk mengakses layanan CU.

Seiring waktu, CUSM terus berbenah dan berkembang.

Pada tahun 2011, kantor CU Stella Maris dipindahkan dari kompleks paroki ke gedung baru (ruko berlantai empat) di luar area gereja.

Halaman:

Tags

Terkini