PONTIANAKGLOBE, PONTIANAK -- Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Membuat surat terbuka.
Surat terbuka tersebut terkait Permintaan Perwakilan Putra Dayak di Kabinet.
Dengan Hormat,
Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), bersama Dewan Adat Dayak di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kecamatan se-Indonesia, serta seluruh Organisasi Masyarakat Dayak yang berada di Pulau Kalimantan, dengan tegas dan bulat menyampaikan aspirasi dan harapan kami untuk mendapatkan perwakilan Putra Dayak dalam Kabinet pemerintahan Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka.
Kami memandang bahwa hal ini merupakan bentuk keadilan dan penghargaan bagi kontribusi Bangsa Dayak dalam pembangunan bangsa Indonesia, khususnya dalam mendukung kemenangan Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2028.
Sebagai dasar pertimbangan, kami ingin menyampaikan beberapa poin penting:
1. Ibu Kota Negara di Pulau Kalimantan: Pindah Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan merupakan momen strategis untuk memperkuat peran dan kehadiran Bangsa Dayak dalam pembangunan nasional.
2. Belum Pernahnya Putra Dayak Menjadi Menteri: Sejak Indonesia merdeka, belum pernah ada putra Dayak yang menduduki posisi Menteri di Kabinet. Hal ini menunjukkan bahwa representasi Bangsa Dayak di pemerintahan masih sangat minim.
3. Pulau Kalimantan sebagai Penghasil Pajak: Pulau Kalimantan merupakan salah satu wilayah penghasil pajak terbesar di Indonesia. Kontribusi ini seharusnya diiringi dengan pengakuan dan peran yang lebih signifikan bagi putra Dayak dalam pemerintahan.
4. Dukungan Kuat di Kalimantan: Kelima Provinsi di Kalimantan, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara, memberikan dukungan kuat untuk kemenangan Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024.
5. Potensi dan Keahlian Putra Dayak: Bangsa Dayak memiliki banyak putra dan putri terbaik yang memiliki potensi, keahlian, dan dedikasi tinggi yang dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Mencermati hal tersebut, kami mengajukan beberapa putra terbaik Dayak untuk mengisi jabatan menteri di Kabinet:
1. Bapak Dr. Drs. Marthin Billa, MM sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Beliau memiliki pengalaman dan dedikasi tinggi dalam membangun dan memberdayakan masyarakat desa.
2. Bapak Drs. Alue Dohong, M.Sc., Ph.D sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Beliau memiliki komitmen kuat untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup, khususnya di wilayah Kalimantan.
3. Bapak DR. Agustin Teras Narang SH.MH. sebagai Menteri Dalam Negeri. Beliau memiliki pengalaman dan kepemimpinan yang kuat dalam pemerintahan daerah.
4. Bapak DR. H. Syaharie Jaang SH, Msi, MH sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beliau memiliki pemahaman dan pengalaman dalam pengembangan potensi pariwisata di daerah.
5. Bapak Dr. Adrianus Sidot, M. Si sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Beliau memiliki dedikasi dan pengalaman dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
6. Ibu Ir. Nyelong I Simon sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Beliau memiliki kepedulian dan komitmen tinggi dalam memajukan hak-hak perempuan dan anak di Indonesia.
Kami percaya bahwa putra-putri terbaik Dayak ini dapat menjalankan amanah dan tugas dengan baik, membawa dampak positif dan kemajuan bagi bangsa Indonesia.
Kami, seluruh masyarakat Dayak di Kalimantan dan di seluruh Indonesia, bersatu padu mendukung aspirasi ini. Kami berharap Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden dapat mempertimbangkan dan mewujudkan aspirasi kami.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Atas perhatian dan respon positifnya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Majelis Adat Dayak Nasional (MADN)
Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi, Kabupaten, dan Kecamatan se-Indonesia
Organisasi Masyarakat Dayak se-Kalimantan. ***