“OPRS Topaz berhasil memperoleh izin pelepasan Varietas Topaz 1, 2, 3, dan 4 sesuai Surat Keputusan Menteri Pertanian pada 16 Januari 2004,” jelasnya.
Yopy menambahkan bahwa Asian Agri terus berkomitmen untuk memberikan produk terbaik, sehingga pengujian bibit sawit unggul tidak berhenti pada generasi pertama, tetapi berlanjut hingga generasi kedua dan seterusnya.
Pelanggan bibit sawit Topaz akan mendapatkan produk yang semakin unggul setiap tahun.
Saat ini, bibit yang teruji dapat memproduksi 24 ton TBS/Ha pada TM 1 dan rata-rata 38 ton TBS/Ha pada TM 3 hingga TM 6, dengan potensi OER sebesar 29 persen.
Selain itu, bibit unggul DxP Topaz juga tahan terhadap serangan busuk pangkal batang yang disebabkan oleh jamur Ganoderma, yaitu Varietas Topaz GT.
Baca Juga: Kementerian Pertanian Kejar Target 180.000 Hektare Setiap Tahun Peremajaan Lahan Sawit Rakyat
“Oleh karena itu, Bibit Topaz adalah pilihan andalan bagi petani kelapa sawit,” papar Yopy.
Ia menegaskan bahwa pihaknya datang dari OPRS yang berlokasi di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, untuk memperkenalkan bibit sawit unggul DxP Topaz kepada pengunjung IPOSC 2024.
“Melalui pameran ini, kami juga ingin mempermudah akses bagi petani sawit di Kalimantan untuk mendapatkan benih unggul yang dapat meningkatkan produktivitas lahan perkebunan kelapa sawit,” tambah Yopy.
Pembelian Bibit Topaz dapat dilakukan melalui nomor hotline 0823 1177 4500 atau melalui email di topaz@asianagri.com. Harga jual Varietas Topaz 1, 2, dan 3 adalah Rp 9.500 per kecambah, sedangkan Varietas Topaz GT dijual dengan harga Rp 19.000 per kecambah. ***