Hubungan harmonis dengan Nyabata dan roh leluhur sangat penting dalam kehidupan mereka.
Orang Bakati’ juga percaya bahwa Sabayatn adalah dunia yang indah dan sempurna, tempat manusia bebas dari kesulitan hidup, dan penuh dengan kebahagiaan abadi.
Masuknya agama Kristen membawa perubahan, namun banyak yang tetap memegang kepercayaan terhadap Nyabata.
Baca Juga: Prabowo ke Masyarakat Dayak: Anak Cucumu Harus Medapatkan Pendidikan Sebaik-baiknya
4. Nyabata (Yang Ilahi) Tuhannya Dayak Bakati’
Orang Bakati’ meyakini bahwa dunia dan isinya diciptakan oleh Nyabata.
Dalam setiap upacara adat, Nyabata diperlakukan dengan sangat hormat dan diagung-agungkan.
Keyakinan bahwa hanya Nyabata yang bisa menyembuhkan penyakit menunjukkan pentingnya hubungan harmonis dengan Nyabata.
Berbagai upacara seperti syukuran atas kelahiran (mahung bana’) dan berhasilnya panen (ngutup pade) dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Nyabata.
5. Semula Jadi, Adamnya Orang Dayak Bakati’
Semula Jadi, manusia pertama dalam masyarakat Dayak Bakati’, memiliki kemiripan dengan konsep Adam dalam teologi kristiani.
Proses penciptaan manusia yang berasal dari tanah dan ditempatkan di sebuah taman menunjukkan kesamaan tersebut.
Semula Jadi diyakini sebagai nenek moyang orang Dayak Bakati’.
6. Koherensi Pandangan Suku Dayak Bakati’ dan Gereja Katolik Tentang Penciptaan
Baik dalam teologi kristiani maupun kepercayaan Dayak Bakati’, ada keyakinan bahwa dunia dan isinya diciptakan oleh suatu kekuatan tertinggi: Allah dalam teologi kristiani dan Nyabata bagi orang Dayak Bakati’.