PONTIANAKGLOBE.COM, BENGKAYANG, KALBAR -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), beserta rombongan, telah mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang.
Kunjungan ini dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan PLBN tersebut sebelum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Perguruan Inkanas Gelar Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam Karate Nasional
PLBN Jagoi Babang terletak di Kecamatan Jagoi Babang dan berbatasan langsung dengan Serikin, Kuching, Sarawak, Malaysia.
Pada tanggal 14 Desember 2023, Tito Karnavian menjelaskan kepada wartawan bahwa Indonesia kini telah memiliki lima PLBN yang siap beroperasi, tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Natuna, Papua, dan Timor (Nusa Tenggara Timur).
Dalam pernyataannya, Tito Karnavian memberikan apresiasi terhadap kesiapan PLBN Jagoi Babang, menyebutnya sebagai bangunan yang jauh lebih baik dibandingkan pos-pos sebelumnya.
Menurutnya, hal ini mencerminkan seriusnya Presiden Joko Widodo dalam membangun infrastruktur pos lintas batas.
Tito Karnavian mengungkapkan bahwa proses peresmian PLBN Jagoi Babang akan segera dilakukan.
Baca Juga: Pemain Real Madrid Jude Bellingham Berharap Meniru Jejak Zidane, Beckham, dan Steven Gerrard
Meskipun demikian, keputusan mengenai cara peresmian (satu tahap, dua tahap, atau tiga tahap sekaligus) akan diserahkan kepada Presiden, yang akan mempertimbangkan tingkat kesiapan masing-masing PLBN.
Tito memberikan indikasi bahwa peresmian kemungkinan besar akan dilakukan pada akhir tahun ini atau awal tahun mendatang.
Baca Juga: Ikon Real Madrid Toni Kroos \Mengisyaratkan Kembalinya Membela Timnas Jerman Menjelang Euro 2024
Tetapi, Tito Karnavian menekankan pentingnya koordinasi dengan TNI dan Polri, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan di sekitar PLBN. Ia menyampaikan bahwa TNI dan Polri memiliki keterbatasan personel, dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu mengamankan jalur-jalur tertentu.
Dalam konteks menjaga keamanan di perbatasan, Tito Karnavian menyampaikan bahwa terdapat jalur tikus di Kalimantan dan Papua yang rentan terhadap berbagai ancaman, seperti lintas perang, peredaran narkotika, senjata api, amunisi, dan barang berbahaya lainnya.
Tags
Artikel Terkait
-
Kepala BI Kalbar Anggini Sari Sorot Dua Sektor Ini Dapat Jadi Andalan Ekonomi Sekitar PLBN
-
Gempa Tektonik M 4.0 Guncang Landak dan Bengkayang Provinsi Kalbar, Begini Dampaknya bagi Warga
-
Gempa Guncang Bengkayang dan Landak Tak Timbulkan Korban Jiwa. Daniel: Gempa Klasifikasi Ringan
-
Banjir Bandang Hantam Dusun Sebente di Bengkayang Kalimantan Barat, Begini Kondisi Warga
-
Profil Singkat Mgr Victorius Dwiardy OFM Cap: Masa Kecil, Terinspirasi Misionaris Kapusin di Bengkayang
-
Prada Y, Oknum TNI Kalbar Dituntut Penjara Seumur Hidup Bunuh dan Kuburkan Mantan Pacar ke Hutan Perbatasan
-
Uskup Agustinus Berkati Gereja Santa Maria Trans SP I, Diresmikan oleh Bupati Bengkayang