Meskipun keluarga baru menyadari kepergiannya sekitar pukul 21.00 waktu setempat, orang tua asuh menyatakan bahwa Yesa masih hidup ketika ditemukan dan kemudian meninggal di rumah sakit.
Baca Juga: Israel Perintahkan Evakuasi di Kota Terbesar Kedua di Gaza
Kematian Yesa telah menciptakan keprihatinan dan kontroversi di masyarakat, dan dugaan adanya penganiayaan semakin diperkuat oleh video yang beredar di media sosial.
Jenazah Yesa telah dimakamkan pada Jumat, 24 November 2023. Namun, ini bukan kali pertama Yesa mengalami penyiksaan.
Baca Juga: Pasukan Darat Israel Teruskan Serangan ke Bagian Selatan Jalur Gaza
Sebelumnya, Yesa pernah disiksa, dijemur, dipukul, ditendang, dan bahkan disiram air panas oleh orang tua angkatnya.
Kasus ini menarik perhatian luas masyarakat, termasuk ribuan warga Sandai, Ketapang, yang menyelenggarakan aksi solidaritas dengan menyalakan seribu lilin untuk mengenang Yesa.
Berbagai pihak, termasuk Kapolres Ketapang AKBP Tommy Ferdian, telah berjanji untuk menyelidiki lebih lanjut terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Yesa.
Proses penyelidikan ini akan dilakukan secara profesional dan ilmiah untuk menegakkan keadilan di balik tragedi kematian yang menyentuh hati banyak orang. ***