Israel Perintahkan Evakuasi di Kota Terbesar Kedua di Gaza

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 4 Desember 2023 | 21:52 WIB
Kondisi bangunan di Jalur Gaza Palestina yang hancur akibat serangan Israel. (anadolu)
Kondisi bangunan di Jalur Gaza Palestina yang hancur akibat serangan Israel. (anadolu)

PONTIANAKGLOBE.COM, GAZA -- Pada Senin, 4 Desember 2023, Israel mendesak penduduk sebagian dari kota terbesar kedua di Jalur Gaza, Khan Younis, untuk mengungsi sementara pasukan Israel terlibat dalam pertempuran darat dan serangan udara melawan militan Hamas.

Militer Israel memberikan peringatan kepada warga di permukiman di sisi timur laut Khan Younis untuk meninggalkan wilayah tersebut demi keamanan mereka sendiri, dengan mengarahkan mereka ke daerah-daerah yang lebih jauh di selatan.

Baca Juga: Ariel Tatum Punya Bodi Aduhai, Begini Tips Body Goals-nya, di Antaranya Menari Tradisional Seminggu Sekali

Khan Younis terletak di bagian selatan Gaza, di mana banyak warga sipil telah mengungsi sementara Israel fokus pada operasi militer di bagian utara wilayah tersebut.

Meskipun Israel memberikan peringatan kepada warga untuk meninggalkan daerah yang menjadi target serangan, PBB menyampaikan kritik terkait kondisi di Gaza yang sulit, termasuk listrik yang tidak stabil dan akses internet yang terbatas, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan informasi.

Baca Juga: Cawapres Gibran Rakabumung Raka Berpesan kepada Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Tekankan Work Life Balance

PBB juga memperingatkan tentang situasi kemanusiaan di Gaza, di mana sekitar 80% populasi diperkirakan mengungsi dari rumah mereka, tinggal di tempat-tempat penampungan yang padat.

Selain dari ekspansi operasi militer Israel, ada keprihatinan mengenai dampak pertempuran intens di Gaza Selatan terhadap aliran bantuan kemanusiaan, terutama yang datang melalui perbatasan selatan dengan Mesir.

Militer Israel melaporkan telah menyerang 200 target Hamas pada malam sebelumnya, termasuk menghancurkan tempat-tempat operasi militan yang diduga berada di dalam sekolah-sekolah di Gaza Utara.

Baca Juga: Profil Letjen TNI Doni Monardo yang Wafat: Pengabdian Seorang Prajurit dan Pemimpin

Israel menuduh Hamas menggunakan rumah sakit dan daerah sipil sebagai tempat perlindungan, bahkan menyebut bahwa mereka menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Hamas membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga: Prank Suara Desahan Manja Meramaikan Drawing Euro 2024, Orang Ini Mengaku Bertanggunjawab

Sejak runtuhnya gencatan senjata sepekan Israel-Hamas pada Jumat pagi, sedikitnya 300 warga Palestina tewas, meningkatkan jumlah korban di Gaza sejak serangan Hamas pada Oktober lalu.

Lebih dari 15.200 orang tewas dan lebih dari 40 ribu lainnya cedera, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikelola oleh Hamas. Kementerian itu menyatakan bahwa 70% dari korban adalah perempuan dan anak-anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: VOA Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X