Bagi masyarakat adat Dayak, keinginannya sederhana untuk dapat hidup berdampingan secara damai, rukun dan berkesinambungan yaitu mari kita jaga bersama tonah colap torutn pusaka (hutan adat) yang masih tersisa; Mari kita bersama melakukan revitalisasi dan menaman kembali tembawang buah janah; Mari kita jaga bersama dan memelihara tradisi budaya Dayak; Mari kita pelihara dan jaga bersama kelestarian ritual adat mendirikan keramat padagi; Mari kita pelihara dan jaga bersama ritual adat nyapat tahun seperti Naik Dango yang merupakan ungkapan kegembiraan seusai panen padi; Mari kita pelihara dan jaga bersama ritual adat senganyong yang merupakan ungkapan syukur dan kegembiraan datangnya musim buah-buahan atau menjangkap buah.
Sebagai manusia Dayak dan kepada masyarakat pendatang, kita diajak untuk mengakui para pemangku dan pewaris sah tanah Borneo.
Tanah adat dikuasai dan dipertahankan leluhur sejak beribu tahun lamanya. Kita wajib menjaga, memelihara, serta melestarikannya.
“Sebagaimana penghormatan kepada nenek moyang leluhur Dayak, kita pun wajib mewariskan tanah adat dan seisinya ini kepada generasi berikutnya, karena bumi Kalimantan adalah titipan yang harus kita pertanggungjawabkan kelestariannya kepada penghuni bumi ini selanjutnya,” ujar Patih Wilyo.
Oleh karena itu, jika kita berkomitmen Dayak harus menjadi manusia yang menyatu dengan alam dan lingkungannya. Alam dan lingkungan musnah, maka musnahlah orang Dayak dan peradabannya. Maka, janganlah menjual tanah. Pertahankan hutan yang menjadi sumber mata air. Tidak ada hidup dan kehidupan jika tidak ada air. (Vincent Julipin)
* Penulis adalah mantan wartawan, kini aktif sebagai penulis lepas, aktivis pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta pekerja sosial
Artikel Terkait
Unik Tama Ka’ Lawakng, Gerbang Batas Singkawang-Bengkayang yang Didesain dengan Dominasi Budaya Dayak
Yohanes Supriyadi: Dayak Keninjal Tuan Rumah Gawai ke-37 Kalbar. Raja Ulu Aik Direncanakan Ikut Hadir
Wagub Kalbar Ria Norsan Buka Musyawarah VI Dewan Adat Dayak Kalbar. Sebut Sinergisitas dengan Pemerintah
DAD Kalbar Punya Nakhoda Baru. Begini Kata Cornelius Kimha terkait Persoalan Dayak Saat Ini dan Solusinya
Laurensius Kubal Lukis Yesus versi Dayak: Seniman Dayak Menggambar Yesus pada 1981, Namun Kurang Dimengerti
Sultan Pontianak Beserta Sejumlah Ormas Melayu Ucapkan Selamat dan Sukses Gawai Dayak, Jaga Harmonisasi
Kamu Ingin Saksikan Gawai Dayak 2023 di Pontianak? Berikut Rangkaian Acara yang Dibuka Sandiaga Uno