Begitu juga dengan perlakuan terhadap koleksi busana pribadi, sebaiknya tidak langsung dibuang jika tidak lagi dipakai.
Dia menyebut, busana bisa diperbaiki, perbaiki untuk dipakai ulang, juga bisa didaur ulang, hingga dijual ulang melalui media sosial.
Sebagai tindak lanjut, AlPeKaJe mengajak peserta menyusun rencana pribadi dan komunitas untuk perubahan aksi sehari-hari.
Mereka dimotivasi untuk menerapkan keadilan iklim dan sosial secara sederhana dan sangat mungkin diterapkan.
Pada kertas meta-plan, di antara rencana aksi tersebut berupa tekad untuk mengurangi penggunaan material dari plastik sekali pakai, semakin sadar mengelola sampah, dan ingin berbagi tips dan pengetahuan dengan komunitas. ***
Artikel Terkait
AlPeKaJe Dorong Inklusifitas: Beri Tempat bagi Kelompok Rentan di Masyarakat
Merapi Jadi Saksi, Sultan HB X dan Pemuda Lintas Agama Wujudkan Kepedulian Lingkungan
Eiger Adventure Land Disegel, Dugaan Pelanggaran Lingkungan dan Sorotan Perizinan, Ternyata Dibangun Era Bupati Ade Yasin dan Diresmikan Sandiaga Uno
Gubernur Papua Barat Daya Bantah Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag Tegaskan Itu Hoaks
KLHK Beberkan Hasil Pengawasan Tambang PT GAG Nikel di Raja Ampat, Begini Kata Menteri Lingkungan Hidup
Pencemaran di Raja Ampat, KLHK Temukan Tambang Tanpa Dokumen Lingkungan, Catat Ini Nama Perusahannya