PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pemimpin dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang semakin besar untuk memberikan perhatian yang layak kepada kelompok rentan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua AlPeKaJe, Norberta Yati Lantok, dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD), yang diperingati setiap tanggal 8 Maret.
Baca Juga: Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 26 April 2023 Dorong Perempuan Berinovatif dan Kreatif
Aliansi Perempuan Kalimantan untuk Perdamaian dan Keadilan Gender (AlPeKaJe) membangunkan kesadaran masyarakat mengenai kondisi kelompok rentan yang masih berada dalam risiko tinggi di tengah upaya pembangunan.
AlPeKaJe menjelaskan bahwa kelompok rentan mencakup berbagai segmen, seperti perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan kelompok gender lainnya.
"Mereka adalah kelompok yang paling mungkin terkena dampak dari kebijakan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Penting bagi kita untuk mendorong keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan," kata Norberta Yati.
Wakil Ketua AlPeKaJe, Laili Khainur, menegaskan perlunya Pengarus Utamaan Gender (PUG) dalam setiap tahap pembangunan.
Hingga saat ini, pembangunan masih dipengaruhi oleh ketimpangan gender, di mana nilai-nilai maskulinitas cenderung mendominasi.
"Ketidakseimbangan ini harus diatasi dengan memberikan peran yang seimbang bagi perempuan dalam mengartikulasikan kebutuhan dan hak-hak mereka," ungkapnya.
Baca Juga: Presiden Dukung Implementasi UU TPKS, Ditegaskan saat Terima Komnas Perempuan
Perempuan sering kali menjalankan peran domestik, seperti mengurus keluarga dan berperan sebagai pelaku ekonomi. Inilah sebabnya mengapa inklusi ekonomi perempuan sangat penting.
"Meskipun seringkali dilihat sebagai pencari tambahan penghasilan, perempuan juga bisa menjadi tulang punggung keluarga dan berperan dalam sektor ekonomi informal," papar Laili Khainur.
Perempuan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan laki-laki, sehingga perhatian khusus perlu diberikan.
Reni Hidjizah, anggota AlPeKaJe, menekankan bahwa perempuan seringkali merasa bingung dan memikul beban yang berat.
"Masalah kekerasan berbasis gender harus tetap menjadi perhatian khusus," katanya.
Artikel Terkait
Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 26 April 2023 Dorong Perempuan Berinovatif dan Kreatif
Kadis Koperasi UMKM Kalbar: Perempuan Sebagai Penopang Ekonomi Bangsa Sangat Penting untuk Terus Didorong
Pontianak Kota Layak Anak 2023 Kategori Nindya Dari Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Anak
Ketua Ranting WKRI St Laura Robiaty: Perempuan Perlu Dibekali Keterampilan
Tok! Terbukti Eksploitasi Pekerja Migran Asal Indonesia, Perempuan Selangor Malaysia Dihukum 10 Tahun Penjara
Tiga Perempuan Berpotensi Jabat Pj Wali Kota Pontianak, Ini Alasan Rita Hastarita Berpeluang Besar