PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kerakyatan, karena ekonomi kreatif tidak terlepas dari sifat industri kreatif yang memiliki prospek pengembangan yang menguntungkan terutama sektor rumah tangga yang tidak memerlukan dana besar.
Peran perempuan tidak hanya berdampak pada perbaikan sektor ekonomi rumah tangga dan membantu penciptaan lapangan kerja secara signifikan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ketahanan ekonomi.
Ketua Ranting Santa Laura, Robiaty S Pd pada Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Keluarga Kudus, menyampaikan latar belakang diselenggarakannya Pelatihan Teknik Menjahit Tas Dengan Tangan. Fasilitator pelatihan Beatricia Diana Sinta dan Maria Nurtania dengan jumlah 15 orang peserta, Sabtu, 16 September 2023, di Jalan Suhada, Nomor 14, Pontianak Selatan.
Dikemukakan Ketua Ranting Santa Laura, Robiaty, kegiatan pelatihan dasar membuat tas dengan teknik jahit tangan ini muncul karena ada potensi dari diri anggota WKRI Ranting Santa Laura yang mempunyai kerampilan jahit menjahit. Ketrampilan anggota semacam ini direspon positif para anggota lainnya untuk belajar jahit menjahit.
“WKRI Ranting Santa Laura selain sebagai sarana berkumpul dan berbagi ilmu, dalam kesempatan pelatihan ini kita dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu rumah tangga guna memanfaatkan waktu sekaligus untuk menekuni ketrampilan yang dapat menghasilkan uang,”ujar Robiaty.
Saat ini, menurut Robiaty, WKRI Ranting Santa Laura mau fokus untuk meningkatkan ketrampilan anggota agar mempunyai keunggulan komparatif, sehingga dapat bersaing sekaligus menjadikan wadah organisasi sebagai pengembangan diri agar berdaya guna dan berhasil guna.
Dikemukakan Robiaty, saat ini pengelolaan organisasi semacam WKRI ini, apalagi di tingkat ranting, jika tidak punya kreativitas, roda organisasi akan berjalan statis, kaku dan menjadi tidak menarik. Dengan adanya usulan dari anggota untuk meningkatkan ketrampilan dan mengembangkan bakat anggota maka satu per satu usulan kegiatan mulai diwujud-nyatakan.
Sementara itu fasilitator pelatihan, Beatricia Diana Sinta dan Maria Nurtania, mengemukakan, pihaknya perlu mengkondisikan peserta agar pelatihan ini berjalan sesuai dengan yang harapan, meskipun diakui ada kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam merealisasikan pelatihan ini. “Kita perlu menjelaskan tujuan kegiatan pelatihan ini seperti apa. Memotivasi peserta agar berminat, menunjukkan contoh-contoh produk yang sudah jadi, sehingga ada semangat untuk memulai,” ujar Maria Nurtania.
Pelatihan jahit menjahit ini walaupun baru tingkat dasar tetapi yang terpenting adalah ada niat, upaya dan usaha untuk meningkatkan keterampilan dan meningkatkan kemandirian sebagai peluang usaha.
Beberapa alat yang sudah harus disiapkan sebelum memulai pelatihan diantaranya, kertas, pensil, penggaris, gunting, jarum, kapur jahit, pita ukur. Sedangkan bahan dasar yang disiapkan seperti, benang jahit, kain (baru atau bekas) dan asesoris lain yang diminati untuk memperindah hasil akhirnya.
Fasilitator Beatricia Diana Sinta dan Maria Nurtania menjelaskan, secara keseluruhan dari kegiatan Pelatihan Teknik Menjahit Tas Dengan Tangan ini walaupun masih tahap dasar, saat akhir evaluasi peserta dapat melihat hasil karyanya masing-masing.
Setidaknya pada tahap evaluasi ini peserta dapat meninjaunya dari aspek reaksi peserta seperti apa; Pembelajaran yang diberikan bermanfaat atau tidak; Perilaku peserta dengan karyanya sendiri; Dan bagaimana peserta melihat hasil kerjanya sendiri. Mungkin ada yang sebelumnya tidak yakin bisa jahit menjahit tetapi setelah mengikuti tahap dasar ini ternyata berhasil atau belum selesai tetapi antusias. Atau ada yang ingin segera memulai ke tahap selanjutnya yang lebih rumit. (Vincent Julipin)
Artikel Terkait
Mengukir Masa Depan Kesehatan Bersama: Kerjasama Antar Negara di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo
Fakultas Kesehatan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Bersinar dengan Seminar dan Kunjungan Jepang
Mengapresiasi Budaya Osing, Pertemuan Tahunan Imam Katolik se Jawa Tahun 2023 Digelar di Banyuwangi
Seminar Internasional di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo: Mariko Ohara Memandu Mahasiswa dalam Simul
Mariko Ohara Memimpin Seminar Internasional tentang Disaster Nursing di Universitas Katolik Santo Agustinus Hi
Kunjungan dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan Junko dari Jepang ke Kantor BPBD Kalimantan Barat