Sungai Tercemar Akibat PETI, Warga Retok Kubu Raya Krisis Air Bersih, Pemkab Janji Bangun Sumur Bor

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 13 Juni 2025 | 20:30 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, didampingi Forkopimda berbincang dengan Kades Sahidin saat bersiap meninjau pencemaran aliran sungai akibat aktivitas PETI di Desa Retok, Kuala Mandor B, Jumat, 13 Juni 2025. (Prokopim Pemkab Kubu Raya)
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, didampingi Forkopimda berbincang dengan Kades Sahidin saat bersiap meninjau pencemaran aliran sungai akibat aktivitas PETI di Desa Retok, Kuala Mandor B, Jumat, 13 Juni 2025. (Prokopim Pemkab Kubu Raya)

PONTIANAKGLOBE.COM, KUBU RAYA -- Warga Desa Retok, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tengah menghadapi krisis air bersih menyusul pencemaran sungai yang diduga akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Air sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari berubah keruh, berminyak, dan berbau menyengat.

Baca Juga: Geger Ditemukan Jenazah Balita di Teras Masjid Singkawang, Polisi Duga Korban Pembunuhan

Merespons kondisi ini, Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama jajaran Forkopimda turun langsung ke lokasi pada Jumat, 13 Juni 2025.

Mereka meninjau kondisi sungai serta berdialog dengan warga terdampak.

“Kami prihatin dengan situasi ini. Untuk langkah cepat, pemerintah daerah akan menyediakan sumur bor bagi warga terdampak,” ujar Sujiwo.

Ia menegaskan, pihaknya juga telah meminta dinas teknis untuk segera melakukan uji laboratorium terhadap kualitas air sungai.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Dandim 1207/Pontianak Letkol Inf Robbi Firdaus, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, dan sejumlah pejabat lainnya.

Baca Juga: Rekonsiliasi PWI! Panitia Kongres Persatuan Resmi Dibentuk di Hadapan Dewan Pers, Ini Susunan Lengkap-nya

Letkol Robbi menegaskan komitmen TNI untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberantas praktik PETI yang merusak lingkungan.

“Kami siap membantu penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal yang membahayakan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Senada, Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika menyebut pihaknya telah memulai penyelidikan.

Dugaan sementara, limbah berasal dari daerah perbatasan Kabupaten Landak.

“Koordinasi lintas wilayah sedang kami lakukan. Pelaku akan kami tindak tegas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Retok, Sahidin SH, mengatakan warganya sudah lebih dari seminggu kesulitan air bersih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X