Potensi Hujan dan Banjir di Kalimantan Barat Menjelang Akhir Tahun 2024, Liburan Natal dan Tahun Baru Kamu Bisa Terganggu

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 13 Desember 2024 | 04:05 WIB
Ilustrasi, tampak banjir yang melanda sejumlah rumah warga di wilayah Kalbar beberapa waktu yang lalu. (BPBD Kalbar)
Ilustrasi, tampak banjir yang melanda sejumlah rumah warga di wilayah Kalbar beberapa waktu yang lalu. (BPBD Kalbar)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Menjelang akhir tahun 2024, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.

Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Sutikno, menyampaikan bahwa wilayah pesisir Kalimantan Barat diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga 21 Desember 2024.

Baca Juga: Profil Mayjen TNI Jamalulael, Pangdam Baru XII/Tanjungpura yang Siap Membawa Perubahan

Hal ini berarti wilayah tersebut sangat berpotensi mengalami hujan deras yang dapat berujung pada banjir, terutama selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

BMKG mengimbau agar masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana segera mengambil langkah antisipasi.

Beberapa langkah yang disarankan termasuk memantau cuaca terkini, menjaga saluran air agar tidak tersumbat, serta menghindari aktivitas di daerah yang rawan banjir.

Pengguna jalan juga diminta berhati-hati karena kondisi jalan yang licin akibat hujan.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca dengan intensif dan mengingatkan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Sementara itu Ketua Satgas Informasi BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengungkapkan bahwa hujan berkelanjutan berpotensi menimbulkan banjir.

Baca Juga: Wamendagri Ungkap Manfaat Program Makan Gratis, Artis Bangun Sekolah dengan SPP Dibayar Buah

Hal ini terutama di daerah dengan masalah lingkungan seperti sungai yang dangkal, drainase yang tersumbat, serta alih fungsi lahan yang mengurangi resapan air.

Tata ruang yang tidak optimal juga menyebabkan masyarakat tinggal di lokasi rawan bencana, seperti bantaran sungai atau lereng bukit.

Daniel menyarankan perlunya kolaborasi lebih erat antara masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah untuk mengatasi masalah lingkungan.

BPBD Kalimantan Barat telah mempersiapkan langkah antisipasi sejak awal 2024.

Langkah tersbeut termasuk meningkatkan koordinasi lintas instansi, mengedukasi masyarakat di daerah rawan banjir, dan memperkuat kapasitas personel serta peralatan kebencanaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X