Pekerja Meninggal dalam Kecelakaan Kerja di Smelter Ketapang, Kapolsek Ungkap Kronologi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 10 Desember 2024 | 09:05 WIB
Anggota polisi memeriksa kecelakaan kerja tragis terjadi di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Senin, 9 Desember 2024 sekitar pukul 06.00 WIB. (Dok. Pontianak Globe)
Anggota polisi memeriksa kecelakaan kerja tragis terjadi di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Senin, 9 Desember 2024 sekitar pukul 06.00 WIB. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, KETAPANG -- Sebuah kecelakaan kerja tragis terjadi di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada hari Senin, 9 Desember 2024 sekitar pukul 06.00 WIB.

Peristiwa ini terjadi di kawasan proyek alumina PT BAP/PT KBS, tepatnya di area smelter pabrik yang sedang dibangun, yang merenggut nyawa seorang pekerja.

Baca Juga: Polisi Amankan Pria di Air Upas Ketapang yang Menyimpan Sabu di Rumahnya, Barang Buktinya Bikin Bergidik

Kapolres Ketapang, AKBP Setiadi SH SIK MH melalui Kapolsek Matan Hilir Selatan, AKP Helwani, mengungkapkan bahwa korban adalah Ahmad Asrof Alim (18), seorang warga Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan.

Korban bekerja sebagai helper atau asisten pengelasan.

Pada saat kejadian, Ahmad tengah bekerja di dalam area smelter pabrik.

"Korban bekerja di bagian pengelasan dan pada hari kejadian, ia masuk kerja pukul 18.00 WIB dan dijadwalkan selesai pukul 04.00 WIB," ujar AKP Helwin.

Ia menambahkan, "Salah seorang saksi, Fadli, yang juga rekan kerja korban, sempat beristirahat bersama korban sekitar pukul 24.00 WIB. Setelah itu, mereka berpisah untuk melanjutkan pekerjaan masing-masing."

Pada pukul 04.00 WIB, Fadli mencari korban karena jam kerja sudah selesai. Namun ia tidak menemukannya.

Baca Juga: Liburan Berujung Duka! Seorang Remaja Tenggelam di Air Terjun Kecamatan Tayap Ketapang

Bersama mandor dan beberapa karyawan lainnya, Fadli mencari korban ke berbagai area di dalam smelter.

Akhirnya, pada pukul 06.00 WIB, mereka menemukan korban tergeletak meninggal dunia di lantai smelter, dekat baling-baling yang belum terpasang, dengan kondisi kepala terlepas dari tubuh.

"Saksi dan mandor segera melaporkan kejadian ini kepada atasan perusahaan dan menghubungi Polsek Matan Hilir Selatan. Petugas dari Polsek bersama manajemen perusahaan langsung mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke Rumah Sakit Agus Djam untuk menjalani otopsi," tambah Kapolsek.

Kapolsek Matan Hilir Selatan menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini dan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab kecelakaan tersebut.

"Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Dari kejadian ini, kami mengingatkan pentingnya penerapan prosedur keselamatan yang ketat di setiap sektor industri, khususnya yang melibatkan mesin-mesin berat, untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja yang fatal," tutup Kapolsek. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X