“Untuk tahap awal, dana yang tersedia Rp50-70 triliun, tetapi pemerintah akan terus berupaya menambah anggaran agar program ini berjalan lebih maksimal,” ujarnya, Sabtu, 30 November 2024.
Ia juga mengingatkan pemasok makanan agar mematuhi standar mutu. “Dengan harga Rp10.000 per porsi, kualitas makanan tetap harus terjaga,” tegas Cak Imin.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, sebelumnya mengungkapkan bahwa program ini akan mendorong peredaran uang besar di masyarakat, terutama di pedesaan.
Dengan anggaran sekitar Rp800 miliar per hari, program makan bergizi akan meningkatkan likuiditas desa melalui pembelian bahan baku dari sektor pertanian.
“Program ini tidak hanya berfokus pada gizi, tetapi juga investasi masa depan SDM Indonesia. Sekitar 75 persen anggaran akan digunakan untuk program makan bergizi,” jelas Dadan pada 8 Oktober 2024.
Pemerintah berharap program ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian desa. ***
Artikel Terkait
3 Kombinasi Makanan yang Bikin Makan Singkong Jadi Berbahaya
Indonesia Kaji Susu Ikan sebagai Pengganti Susu Sapi untuk Program Makan Gratis Prabowo-Gibran
Berat Badan Bisa Tetap Turun Meski Makan Nasi, Ini 7 Tipsnya
Prabowo Bahas Solusi Palestina saat Makan Malam dengan Menlu AS Antony Blinken
Bertemu Biden, Prabowo Dapat Dukungan AS untuk Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Raih Dukungan AS dan Tiongkok untuk Program Makan Bergizi Gratis