Kekuatan Ikatan Biologis dan Keberagaman dalam Demokrasi Indonesia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 9 September 2024 | 20:54 WIB
Eka Siswanto, Ketua Gerakan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan (NKRI) Menang atau juga disingkat dengan GNKM. (Dok. Pontianak Globe)
Eka Siswanto, Ketua Gerakan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan (NKRI) Menang atau juga disingkat dengan GNKM. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Dalam kehidupan masyarakat kita, sering kali hubungan antar individu dinilai berdasarkan indikator-indikator fisik atau eksternal yang terlihat.

Namun, ketika membahas hubungan biologis antara ayah dan anak, kita perlu menyadari bahwa kedekatan ini tidak dapat diukur hanya dari aspek fisik seperti warna kulit, latar belakang organisasi, atau atribut lainnya.

Baca Juga: Kardinal Suharyo Ungkap Paus Fransiskus Tersentuh oleh Sambutan Hangat Selama di Indonesia

Hal itu dikatakan Eka Siswanto, Ketua Gerakan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan (NKRI) Menang atau juga disingkat dengan GNKM.

Dikatakan, Eka Siswanto, ikatan biologis antara ayah dan anak adalah sebuah hubungan yang sangat mendalam, melampaui batas-batas fisik maupun sosial.

Ikatan ini terbentuk dari kasih sayang, tanggung jawab, dan pengertian bersama yang tak dapat diukur dengan cara sederhana.

Hubungan tersebut tercipta melalui pengalaman hidup bersama, warisan nilai-nilai yang diteruskan, serta dukungan dan cinta yang diberikan lintas generasi.

Baca Juga: Direktur Cerdas Demokrasi Indonesia Krisantu Heru Sikapi Fenomena Lawan Kotak Kosong, Menyalurkan Hak Politik Lebih Baik daripada Tak Memilih

"Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi di Indonesia yang menekankan inklusi dan keberagaman," kata Eka Siswanto.

Ia menambahkkan, demokrasi kita mengajarkan bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakangnya, memiliki hak dan martabat yang setara.

Dalam demokrasi, perbedaan warna kulit, agama, maupun budaya bukanlah penghalang, tetapi kekayaan yang memperkaya masyarakat kita.

Demokrasi Indonesia merangkul perbedaan dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Setiap orang memiliki kesempatan untuk bersuara dan berkontribusi dalam membangun bangsa.

Baca Juga: Jelang Pilgub 2024 Kalbar, Masyarakat Diingatkan Lebih Cerdas Memilih Pemimpin yang Berintegritas

Ini mencerminkan hubungan biologis yang sehat, di mana perbedaan bukanlah hambatan, melainkan sumber kekuatan dan kebanggaan.

Dengan memahami dan menghargai ikatan biologis yang erat serta demokrasi yang inklusif, kita dapat terus menciptakan masyarakat yang harmonis dan adil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X