PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Komunitas Suara Literasi Membara (Setara) sukses menyelenggarakan Bengkel Sastra Puisi 2024 selama dua hari, pada 22-23 Juni 2024.
Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Komunitas Setara dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Jl Alianyang, No 7B, Pontianak, Kalbar.
Baca Juga: Tata Cara Pendaftaran Polri 2024, Kapan Mulai Dibuka?
Bengkel Sastra Puisi 2024 bertujuan untuk menjaring penulis dan penyair potensial di Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan sekitarnya.
Tujuannya agar dapat mengembangkan kemampuan mereka serta menghasilkan karya berkualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Menurut Lusi Ekarina, ketua panitia, peserta Bengkel Sastra Puisi 2024 dipilih melalui sayembara terbuka.
Peserta dibimbing oleh Sarifudin Kojeh, seorang sastrawan Kalimantan Barat dan alumni Majelis Sastra Asia Tenggara; Neni Hertika, penulis dan penggerak syair pelajar ASEAN; serta Dewi Kapita Sari, penulis kumpulan puisi "Sajak-sajak yang Tertiup Angin."
Baca Juga: Mengenal Tanaman Kratom: Manfaat, Risiko, dan Prospek Ekspor
Peserta mengikuti tiga sesi bimbingan intensif bersama para pembimbing ini.
Pradono, sastrawan dan pegiat seni Kalimantan Barat, juga turut hadir dalam sesi berbagi untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi peserta.
Dalam sambutannya sebagai perwakilan Setara, Dede Yetty Suminar, ST, M.Pd, yang juga merupakan pembina Setara, menyampaikan antusiasme dan harapannya terkait program ini.
"Harapannya, Bengkel Sastra ini dapat menjadi wadah pengembangan diri bagi para penulis di Kalimantan Barat, agar bersama kita menulis untuk kebaikan."
Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Disperpusip Kota Pontianak, Ibu Nani Rosa, juga memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Raja Euro: Catat Koleksi Rekor Sang Legenda
"Kami mengapresiasi kegiatan Bengkel Sastra Puisi 2024 yang diadakan oleh komunitas Setara sebagai salah satu kegiatan yang mendukung program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial," katanya.
Artikel Terkait
Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022 Digelar di Medan, Berikut Kategori Penghargaan untuk Jurnalis Berkualitas
Ujaran Kebencian dan Hoaks Dapat Ditangkal dengan Jurnalistik Berkualitas. Begini Alasannya
Sejarah Panjang Kota Melbourne, Ini Alasan Disebut Sebagai Kota Sastra oleh UNESCO
Buka Kongres XXV PWI, Presiden Ajak Insan Pers Pegang Teguh Kode Etik Jurnalistik
Tantangan Identitas dalam Film ‘Gunung Emas Almayer’ Adaptasi Karya Sastra dari Novelis Polandia Joseph Conrad
Pater Budi Kleden SVD: Imam, Pengamat Sastra, Kritikus Sosial, dan Kini Ditunjuk sebagai Uskup Agung Ende