PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Ekspor Kalimantan Barat (Kalbar) ke negara India tetap menjadi yang terbesar.
Demikian menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar, Moch Saichudin.
Pada bulan Maret 2024, ekspor Kalbar meningkat 12,24 persen dibandingkan Februari 2024, dan secara tahunan, kenaikan mencapai 19,90 persen dibandingkan Maret 2023.
Baca Juga: PMKRI Minta Polisi Tangkap Ketua RT dan Massa yang Aniaya Mahasiwa Katolik saat Doa Rorasio
Peningkatan ini didorong terutama oleh sektor industri pengolahan, yang mengalami peningkatan baik bulan ke bulan (11,98 persen) maupun tahun ke tahun (22,34 persen).
Hal ini sejalan dengan kenaikan harga CPO (Crude Palm Oil), yang meningkatkan nilai ekspor industri pengolahan.
Namun, sektor pertambangan dan lainnya, termasuk concentrat zirconium, mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan.
Baca Juga: Warga Jelimpo di Kabupaten Landak Digegerkan oleh Penemuan Buaya
Secara spesifik, India tetap menjadi tujuan ekspor terbesar Kalbar, menyumbang 37,29 persen dari total ekspor, diikuti oleh Malaysia (9,68 persen) dan Australia (9,14 persen).
Mayoritas komoditas yang diekspor adalah alumina. ***
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik di Kalbar: Lebih dari 8.000 Penumpang Gunakan Penerbangan di Bandara Supadio Dalam Sehari
Daftar Cagub ke PAN Kalbar, Sutarmidji Siap Bekerja Sama Membangun Bumi Borneo Barat
Muda Mahendrawan Kembalikan Langsung Formulir Bacagub Kalbar ke PDIP, Optimis Dapat Dukungan Banteng
Asosiasi Buruh di Kalbar Beri Penghargaan Tulus pada Individu Pekerja Keras, Imbau Buruh Peringati May Day 1 Mei dengan Tertib dan Damai
Silaturahmi Ekologis, Walhi Kalbar Beraudiensi dengan Keuskupan Agung Pontianak, Begini Kata Mgr Agustinus
Panitia Gawai Dayak Kalbar Audensi dengan Pj Gubernur Kalbar, Begini Kata Harisson dan Catat Tanggal Pelaksanaan Pesta Syukur Masyarakat Dayak Itu