Warga Dusun Kelapuk di Kabupaten Sanggau Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai Kapuas, Kaki Kanan Putus!

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 24 April 2024 | 20:35 WIB
Ilustrasi seekor buaya di sungai. (Pontianak Globe)
Ilustrasi seekor buaya di sungai. (Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, SANGGAU -- Polsek Toba, Polres Sanggau, wilayah hukum Polda Kalbar menerima laporan dari masyarakat mengenai insiden di mana seorang warga diserang oleh seekor buaya.

Kejadian itu saat korban mandi di Sungai Kapuas, tepatnya di lokasi Lanting Mandi Sungai Kapuas, Dusun Kelapuk, Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau.

Korban, berusia 31 tahun dan berinisial NL, seorang Ibu Rumah Tangga dari RT 01 RW 02 Dusun Kelapuk, Desa Kampung Baru, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau.

Baca Juga: Dokter Karolin Margret Natasa Berpasangan dengan Erani ST Maju Pilkada Landak, Begini Tanggapan Ketua DPC PDIP Landak Herculanus Heriadi

Kapolres Sanggau, AKBP Suparno Agus Candra Kusumah SH SIK melalui Kapolsek Toba, AKP Nana Supriatna, menjelaskan kronologi kejadian pada Rabu, 24 April 2024, sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban turun dari rumah untuk mandi di lokasi Sungai Kapuas, Dusun Kelapuk, Desa Kampung Baru, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, menggunakan gayung.

"Saat sedang mandi, tiba-tiba seorang buaya menyerang kaki korban. Korban berusaha melepaskan kaki dari gigitan dan berteriak minta tolong," ucap Kapolsek.

Warga sekitar mendengar teriakan korban dan segera berusaha membantu untuk melepaskan korban dari gigitan buaya.

Meskipun berhasil melepaskan gigitan, namun kaki kanan korban putus hingga bagian lutut.

Baca Juga: Mantap Maju di Pilbup Landak! Ratusan Pendukung Mengiringi Karolin dan Erani saat Mendaftar di PDI Perjuangan

Korban segera dibawa menggunakan speedboat ke Puskesmas Tayan Hilir dan akan dirujuk ke Rumah Sakit Pontianak untuk perawatan lebih lanjut.

"Akibat serangan buaya, korban mengalami luka putus pada bagian kaki kanan hingga bagian lutut dan akan dirujuk ke Rumah Sakit di Pontianak," ungkap AKP Nana Supriatna.

Kapolsek menjelaskan bahwa sungai tersebut merupakan habitat alami bagi buaya.

Sebelumnya, di sekitar sungai tersebut, tepatnya di Desa Beringin, Kabupaten Kubu Raya yang berbatasan dengan Kecamatan Toba, sudah terjadi serangan buaya yang menyebabkan dua orang meninggal dunia.

"Kemungkinan serangan buaya ini disebabkan oleh kerusakan ekosistem, yang mengakibatkan kurangnya pasokan makanan bagi buaya sehingga menyerang manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan koordinasi antara Pemerintah Kecamatan Toba dan BKSDA untuk penanganan lebih lanjut," terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X