Herkulana Mekarryani Soeryamasoeka: Ketahanan Keluarga Kunci Hadapi Tantangan Kehidupan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 18 September 2023 | 17:41 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat, Dr Herkulana Mekarryani Soeryamasoeka, dalam acara Focus Group Discussion Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) se-Kalimantan Barat di Hotel gajah Mada, Pontianak, Senin 18 September 2023. (Pontianak Globe/Vincent Julipin)
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat, Dr Herkulana Mekarryani Soeryamasoeka, dalam acara Focus Group Discussion Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) se-Kalimantan Barat di Hotel gajah Mada, Pontianak, Senin 18 September 2023. (Pontianak Globe/Vincent Julipin)

Kasus kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dan anak, pada tahun 2019 ada 114 orang, tahun 2020 ada 147 orang, tahun 2021 ada 159 orang, tahun 2022 ada 188 orang dan tahun 2023 hingga Agustus sudah mencapai 128 orang.

Sedangkan berdasarkan jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak, tahun 2019 yang berorientasi seksual sebanyak 168 kasus, tahun 2020 sebanyak 252 kasus, tahun 2021 sebanyak 258 kasus, tahun 2022 sebanyak 299 kasus dan tahun 2023 sampai bulan Agustus ssebanyak 140 kasus yang berorientasi seksual.

Baca Juga: Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 26 April 2023 Dorong Perempuan Berinovatif dan Kreatif

“Yang perlu menjadi perhatian dalam peningkatan kasus korban kekerasan dalam rumah tangga dan tindak pidana perdagangan orang serta jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berorientasi seksual adalah Kota Pontianak, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sintang, Kabupaten Landak dan Kota Singkawang,” ujar Herkulana.

Baca Juga: Peringati Hari Perempuan Internasional, The Girl Fest 2023 Sukses Digelar di Central Park Mall

Oleh karena itu, ujar Herkulana, dengan adanya Puspaga ini dimana didalamnya ada kegiatan membaca bersama, bermain bersama dan memasak bersama, sehingga diharapkan komunikasi antar anggota keluarga terbangun dengan sehat, didukung upaya peningkatan keuangan yang stabil dan dukungan sosial masyarakat sekitar.

Komunikasi yang efektif dalam keluarga, memungkinkan keluarga untuk secara terbuka mengungkapkan persoalan, mengatasi konflik dan membangun kerjasama dalam mengatasi masalah.

Secara terpisah dalam kesempatan FGD Puspaga tersebut, Permai Budi Susatyo selaku Kepala Bidang Pemberdayaan UKM pada Kantor Dinas Koperasi UKM Prov Kalbar dan Suherman selaku Koordinator PLUT-KUMKM, mengemukakan, Puspaga ini diharapkan menjadi salah satu jalan keluar bagi penyelesaian kekerasan dalam rumah tangga dan tindak pidana perdagangan orang serta jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berorientasi seksual.

“Pihak Dinas Koperasi UKM Prov Kalbar senantiasa membuka diri untuk berkolaborasi membangun keuangan stabil yang ditujukan untuk mengurangi stres keuangan dan memungkinkan keluarga yang terpapar untuk merencanakan masa depan dengan pelatihan dan bimbingan usaha yang sudah teragenda setiap tahun,”ujar Permai Budi Susatyo. (Vincent Julipin)

Penulis adalah mantan wartawan, kini aktif sebagai penulis lepas, aktivis pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta pekerja sosial

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X