Herkulana Mekarryani Soeryamasoeka: Ketahanan Keluarga Kunci Hadapi Tantangan Kehidupan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 18 September 2023 | 17:41 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat, Dr Herkulana Mekarryani Soeryamasoeka, dalam acara Focus Group Discussion Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) se-Kalimantan Barat di Hotel gajah Mada, Pontianak, Senin 18 September 2023. (Pontianak Globe/Vincent Julipin)
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat, Dr Herkulana Mekarryani Soeryamasoeka, dalam acara Focus Group Discussion Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) se-Kalimantan Barat di Hotel gajah Mada, Pontianak, Senin 18 September 2023. (Pontianak Globe/Vincent Julipin)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Adanya kasus korban kekerasan dalam rumah tangga dan tindak pidana perdagangan orang terhadap perempuan dan anak, beragamnya jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak mendorong pemerintah untuk membentu ketahanan keluarga.

Ketahanan keluarga adalah kemampuan sebuah keluarga untuk menghadapi dan mengatasi tantangan dalam kehidupan secara bersama-sama. Ketahanan keluarga melibatkan sumber daya dan strategi yang digunakan untuk menjaga hubungan yang kuat, saling mendukung dan mengatasi krisis.

Baca Juga: Ketua Ranting WKRI St Laura Robiaty: Perempuan Perlu Dibekali Keterampilan 

Demikian dikemukakan Dr Herkulana Mekarryani Soeryamasoeka MSi selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat, Senin 18 September 2023, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) se-Kalimantan Barat di Hotel gajah Mada, Pontianak.

Penguatan jejaring antar lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas keluarga yang menjadi kewenangan provinsi tersebut, dijelaskan Herkulana, pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) ini adalah tempat yang didedikasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam keluarga.

Baca Juga: Pontianak Kota Layak Anak 2023 Kategori Nindya Dari Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Anak

Melalui kolaborasi dan interaksi, Puspaga ini mendorong anggota keluarga untuk belajar bersama.

Dijelaskan Herkulana, tujuan Puspaga ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, artinya Puspaga ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada anggota keluarga demi meningkatkan kualitas pendidikan.

Mempertajam hubungan keluarga, artinya dengan berinteraksi dan belajar bersama, keluarga dapat mempererat ikatan emosional dan mendapatkan kebersamaan yang lebih erat.

Mendorong kemandirian, artinya Puspaga ini mendorong anggota keluarga untuk menjadi individu yang mandiri dan terampil dalam belajar.

Baca Juga: Srikandi Ganjar Kalbar Ajarkan Perempuan Milenial Cara Membuat Kuliner Khas Ketapang

Menumbuhkan rasa percaya diri, artinya melalui pencapaian dan pembelajaran bersama, Puspaga ini dapat membantu anggota keluarga untuk mengembangkan rasa percaya diri.

Perlunya wadah Puspaga ini, ujar Herkulana, karena merunut kasus dari tahun 2019 saja terjadi peningkatan kasus korban kekerasan dalam rumah tangga dan tindak pidana perdagangan orang terhadap perempuan dan anak se-Kalimantan Barat.

Tahun 2019 ada total kasus 358 kasus, tahun 2020, ada total 499 kasus, tahun 2021 meningkat menjadi 544 kasus, tahun 2022 meningkat lagi menjadi 614 kasus. Sedangkan untuk tahun 2023 saja sampai 31 Agustus sudah mencapai 319 kasus.

Baca Juga: Kadis Koperasi UMKM Kalbar: Perempuan Sebagai Penopang Ekonomi Bangsa Sangat Penting untuk Terus Didorong

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X