Kepala KSP Moeldoko Ungkap Perempuan Todong Paspampres Beraksi Sendiri

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 26 Oktober 2022 | 09:22 WIB
Siti Elina, disebut sebagai sosok wanita bercadar yang todongkan pistol ke Paspampres di istana negara.Profil Siti Elina, disebut sebagai sosok wanita bercadar yang todongkan pistol ke Paspampres di istana negara. (Twitter @jsDeyz)
Siti Elina, disebut sebagai sosok wanita bercadar yang todongkan pistol ke Paspampres di istana negara.Profil Siti Elina, disebut sebagai sosok wanita bercadar yang todongkan pistol ke Paspampres di istana negara. (Twitter @jsDeyz)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Perempuan yang sempat menodongkan pistol nya jenis FN, terhadap anggota Paspampres di dekat Istana Negara, Jakarta masih didalami aparat keamanan.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Pur Moeldoko, menyebut perempuan yang menodongkan pistol ke Paspampres di depan Istana Negara bergerak sendiri.

BACA JUGA: Begini Kronologi Wanita Bercadar yang Nekat Terobos Istana Sambil Bawa Pistol Jenis FN

BACA JUGA: Ken Setiawan: Kemungkinan Aksi Lone Wolf. Wanita Bercadar Bersenjata Api Rakitan Terobos Istana

Menurut dia, polisi masih mengusut motif wanita tersebut melakukan aksinya.

"Sementara ini individu. Tapi senjatanya memang senjata rakitan. Itu ada selongsongnya, tapi proyektilnya tidak ada. Itu lagi didalami semua," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2022, sepertidikutip dari PMJ News.

Moeldoko menjelaskan dari pemeriksaan diduga perempuan itu memiliki identitas yang berbeda. Selain itu, psikolog juga akan mendalami kondisi kejiwaan wanita tersebut.

"Yang bersangkutan sepertinya identitasnya berbeda. Berikutnya sepertinya ada, memang akan dicek lagi oleh psikologi nanti seperti apa ya," kata Moeldoko, yang pernah menjadi Pangdam XII Tanjungpura tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengimbau agar semua pihak tidak berspekulasi terkait penodongan Paspampres di depan Istana Negara. Polisi menyebut kasus itu belum tentu berkaitan dengan terorisme.

"Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Belum tentu teror," ujar Fadil Imran kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Fadil juga meminta masyarakat untuk tidak berandai-andai soal insiden di depan Istana Negara. Jenderal bintang dua ini memastikan akan menyampaikan perkembangan kasus tersebut.

"Ndak, bukan teror. Jangan berandai-andai. Nanti aja, kalau ada perkembangan kita sampaikan," jelasnya. ****

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X