Oleh: Hendrikus Adam
Kebutuhan energi listrik dewasa ini disadari penting dan diperlukan. Selain menjadi ‘penanda’ kian bergulirnya perkembangan peradaban manusia, ia juga menjadi pendukung keberlangsungan kehidupan.
Baca Juga: Apple Pindah ke Kantor Pusat Dengan Penggunaan Energi Terbarukan 100 Persen
Namun demikian, pemenuhan kebutuhan energi tersebut memerlukan keberanian dalam memastikan penggunaan jenis sumber energi ramah yang selaras aspek keselamatan jangka panjang dan keberlanjutan bagi kehidupan manusia maupun lingkungan hidup.
Baca Juga: Kabar Gembira, Sektor Energi Terbarukan Menyediakan Ribuan Lapangan Pekerjaan
Karena itu, memilih mengoptimalkan sumber energi listrik yang bersih untuk masa depan harusnya dapat menjadi terobosan pilihan sadar.
Penggunaan energi fosil dominan saat ini diyakini banyak pihak telah menjadi bagian penting penyebab meningkatnya emisi penyebab pemanasan global dan pada gilirannya akan habis dengan daya rusak yang ekstrim.
Baca Juga: Presiden Jokowi Dorong Percepatan Pengembangan Ekosistem Baterai Listrik di Indonesia
Karena itu, pengembangan energi (baru) terbarukan yang bersumber dari alam seperti panas bumi (geothermal), biomasa, air (mikrohydro), tenaga surya, angin, gelombang dan lainnya merupakan sejumlah jenis sumber energi masa depan yang perlu dan mendesak dikembangkan termasuk untuk diprioritaskan sebagai sumber energi nasional dari saat ini.
Selama ini harus diakui, energi terbarukan masih belum menjadi fokus serius untuk dikembangkan pemerintah, termasuk di Kalimantan Barat.
Padahal, penggunaan energi ini akan lebih baik, ramah dan aman karena memiliki potensi resiko yang kecil bila dibandingkan penggunaan energi fosil maupun penggunaan sumber energi berbahaya melalui pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), terlebih bila kemudian terjadi gagal tekhnologi dan kecelakaan vatal yang kemudian dialami.
Sesat Pikir Nuklir
Saat memberi kuliah umum kepada mahasiswa di Universitas Hankuk Seoul, Korea Selatan Selasa (10/9/2018), Presiden Jokowi menegaskan bahwa ancaman nuklir merupakan salah satu dari beberapa tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini (www.republika.co.id).
Pernyataan ini menyiratkan pesan bahwa energi nuklir disadari berbahaya dan menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi terwujudnya perdamaian dunia.
Baca Juga: Groundbreaking PLTA Mentarang, Presiden Dukung Transformasi Indonesia Menuju Ekonomi Hijau
Artikel Terkait
Satya Bumi Sebut Perpu Cipta Kerja Langgengkan Pasal yang Mengancam Lingkungan Hidup
Contoh Kata-kata Sambutan Ketua RT Saat Rapat Rutin di Lingkungan
Kejaksaan Negeri Tahan Mantan Kadis Lingkungan Hidup Pontianak
Indonesia Teken MoU Bersama BYD China Kembangkan Kendaraan Listrik Ingin Jadikan Pasar Otomotif Terbesar ASEAN
Presiden Jokowi Dorong Percepatan Pengembangan Ekosistem Baterai Listrik di Indonesia
Cara Daftar Subsidi Motor Listrik Pemerintah untuk Motor Smoot Zuzu dan Smoot Tempur
Pastor Mikhael Peruhe OFM: Mengilhami Pembaruan Gereja dan Lingkungan Melalui Semangat Fransiskan