Pahami risiko. Gunakan dana dingin, bukan tabungan darurat atau pinjaman.
Pilih platform terpercaya. Gunakan aplikasi resmi yang terdaftar di regulator.
Buat akun & verifikasi KYC. Upload identitas agar akun aman dan sesuai aturan.
Deposit dana. Bisa via transfer bank atau e-wallet, mulai dari nominal kecil.
Pilih aset crypto. Pelajari fundamental aset, jangan asal ikut tren.
Beli aset. Bisa dimulai dari pecahan kecil, misalnya 0,0001 BTC.
Simpan dengan aman. Gunakan wallet aplikasi atau hardware wallet, aktifkan 2FA.
Pantau portofolio. Gunakan portfolio tracker, evaluasi strategi secara rutin.
Terus belajar. Ikuti berita, tren, dan analisis pasar agar keputusan lebih matang.
Baca Juga: Kenapa Blind Box Disukai? Ini Alasan Psikologis di Balik Tren Kotak Misteri
Crypto bisa menjadi pilihan diversifikasi investasi dengan potensi keuntungan besar, tetapi risiko juga tinggi.
Pemula disarankan melakukan riset, memahami dasar-dasarnya, dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi.***
Artikel Terkait
Transaksi Kripto Besar, Bappebti dan Aspakrindo Bikin Kerjasama
Bappebti Awasi Transaksi Perdagangan Senilai Rp22.000 Triliun. Ada Kripto dan Timah
Wamendag Jerry Sambuaga Dorong Adaptasi Digitalisasi Agar Transaksi Komoditas Kripto Terus Tumbuh
Wamendag Jerry Sambuaga Yakin Kripto Alat Investasi Kaum Milenial Indonesia
Investor Ritel Hongkong Dapat Membeli Koin Kripto Berlisensi Pemerintah
5 Token Kripto dengan Unlock Terbesar di Bulan Mei 2024!