PONTIANAKGLOBE.COM, BEIRUT -- Hashem Safieddine, yang diperkirakan menjadi penerus pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu, 5 Oktober 2024 WIB.
Hashem Safieddine dilaporkan hilang kontak setelah serangan udara Israel menghantam bunker bawah tanah di Dahiyeh, Lebanon.
Baca Juga: Pemikiran dan Daya Juang seorang Benny
Serangan besar-besaran tersebut terjadi pada Kamis malam, 3 Oktober 2024 WIB.
Menurut tiga sumber keamanan Lebanon, tim penyelamat belum dapat mengakses lokasi serangan akibat intensitas serangan udara yang berlangsung sejak Jumat.
Hingga kini, Hizbullah belum memberikan pernyataan resmi terkait keberadaan Safieddine.
Letnan Kolonel Nadav Shoshani, pejabat militer Israel, pada Jumat mengatakan bahwa pihaknya masih menilai dampak dari serangan udara yang diklaim menargetkan markas intelijen Hizbullah.
Hilangnya Safieddine menjadi pukulan besar bagi Hizbullah, yang selama ini mendapatkan dukungan kuat dari Iran.
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel telah meningkatkan serangannya di berbagai wilayah Lebanon, menghancurkan sebagian besar infrastruktur Hizbullah.
Baca Juga: Paskalis Bruno Syukur OFM, Kini Kardinal Keempat Indonesia
Pada Sabtu, Israel memperluas serangannya hingga ke kota Tripoli di utara Lebanon.
Sumber keamanan Lebanon melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan kamp pengungsi Palestina di Tripoli, menewaskan seorang anggota Hamas, beserta istri dan dua anaknya.
Media pro-Hamas juga melaporkan bahwa serangan itu menewaskan seorang pemimpin sayap bersenjata kelompok tersebut.
Israel melancarkan serangan malam hari di Dahiyeh, wilayah padat penduduk yang menjadi benteng Hizbullah di Beirut.
Sebagian besar wilayah itu kini telah berubah menjadi puing-puing, memaksa banyak penduduk untuk mengungsi ke tempat lain.