Dampak dari semua itu adalah penurunan tren elektabilitas Ganjar-Mahfud.
Pada awal Desember, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, langsung menyatakan akan mengevaluasi pola kampanye Ganjar-Mahfud.
Begitu juga dengan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, yang memperingatkan agar orang-orang yang dipandang baik seperti Jokowi tidak dikritik dengan keras.
Karena bagaimanapun juga, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi sangat tinggi.
"Jadi jangan menyerang Jokowi. Itu merugikan kamu. Saya tidak mengatakan saya pro-Jokowi, ini hanya masalah ilmu kehidupan," katanya.
Peringatan tersebut tidak sepenuhnya diindahkan.
Kritik-kritik tajam terus dilontarkan dalam debat calon presiden dan wakil presiden.
Akibatnya, seperti yang disuarakan dalam lirik lagu para penggemar sepak bola, Ganjar dan Mahfud harus "Membongkar koper tapi tidak sampai ke istana". ***