Dampak dari semua itu adalah penurunan tren elektabilitas Ganjar-Mahfud.
Pada awal Desember, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, langsung menyatakan akan mengevaluasi pola kampanye Ganjar-Mahfud.
Begitu juga dengan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, yang memperingatkan agar orang-orang yang dipandang baik seperti Jokowi tidak dikritik dengan keras.
Karena bagaimanapun juga, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi sangat tinggi.
"Jadi jangan menyerang Jokowi. Itu merugikan kamu. Saya tidak mengatakan saya pro-Jokowi, ini hanya masalah ilmu kehidupan," katanya.
Peringatan tersebut tidak sepenuhnya diindahkan.
Kritik-kritik tajam terus dilontarkan dalam debat calon presiden dan wakil presiden.
Akibatnya, seperti yang disuarakan dalam lirik lagu para penggemar sepak bola, Ganjar dan Mahfud harus "Membongkar koper tapi tidak sampai ke istana". ***
Artikel Terkait
Anies Tak Sekedar Politik, Bakudapa di Manado Jadi Bukti Cinta pada Rakyat
Prabowo Minta Maaf Kepada Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud di Akhir Debat Pilpres
Bersama Waste4Change serta Tim Pemenangan Muda, Ganjar Pranowo Dorong Solusi Pengolahan Sampah
Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud Siapkan Relawan untuk Awasi Pelanggaran Pemilu pada 14 Februari 2024
Prabowo Diterima dengan Hangat oleh Ratusan Warga Pacitan saat Sowan ke SBY
Kukrit: Prabowo-Gibran Meraih Kemenangan karena Dicintai oleh Rakyat