Sementara Ganjar Pranowo-Mahfud Md memperoleh 34,19 persen, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 14,66 persen.
Di Bali, pasangan Prabowo-Gibran meraih 55,91 persen, Ganjar-Mahfud 39,36 persen, dan Anies-Muhaimin 4,74 persen.
Di NTT, Prabowo-Gibran mendapat 66,18 persen, Ganjar-Mahfud 25,92 persen, dan Anies-Muhaimin 7,90 persen.
Efek Khofifah
Blunder Ganjar secara umum, sejumlah pengamat politik menyebut kemenangan Prabowo-Gibran tidak terlepas dari dukungan Presiden Jokowi.
Meskipun tidak diungkapkan secara terbuka, sejumlah isyarat dan gestur politik Jokowi dengan mudah mengindikasikan hal tersebut.
Tak lama setelah PDIP mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon, kelompok relawan Projo dan PSI yang selalu mengaku 'Tegak lurus kepada Jokowi' mengalihkan dukungan mereka kepada Prabowo.
Jokowi juga beberapa kali menunjukkan kedekatannya dengan Prabowo.
Ketika beberapa lembaga survei mengindikasikan bahwa elektabilitas Prabowo-Gibran stagnan, Jokowi mengambil langkah khususnya di Jawa Tengah.
Mulai dari awal Januari hingga awal Februari, ia melakukan kunjungan kerja berkali-kali di beberapa daerah di sana.
Di sisi lain, keputusan PDIP untuk menggandeng Mahfud Md sebagai pendamping Ganjar dinilai nekat.
Pasalnya, elektabilitasnya selalu berada di tengah selama menjabat sebagai Menko Polhukam.
Secara realistis, seharusnya PDIP menggandeng Sandiaga Uno yang merupakan anggota koalisi melalui PPP.
Sedangkan Erick Thohir diketahui lebih condong ke arah Prabowo melalui PAN sebagai kendaraan politiknya.
Artikel Terkait
Anies Tak Sekedar Politik, Bakudapa di Manado Jadi Bukti Cinta pada Rakyat
Prabowo Minta Maaf Kepada Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud di Akhir Debat Pilpres
Bersama Waste4Change serta Tim Pemenangan Muda, Ganjar Pranowo Dorong Solusi Pengolahan Sampah
Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud Siapkan Relawan untuk Awasi Pelanggaran Pemilu pada 14 Februari 2024
Prabowo Diterima dengan Hangat oleh Ratusan Warga Pacitan saat Sowan ke SBY
Kukrit: Prabowo-Gibran Meraih Kemenangan karena Dicintai oleh Rakyat