Ideologi harus diwujudkan sebagai perisai bagi negara dan bangsa dalam menghadapi perubahan dan ancaman.
Hal ini mengingat ancaman yang dihadapi oleh sebuah negara sifatnya juga praksis dan pragmatis tanpa mau mempertimbangkan ideologi dari sebuah negara.
"Ideologi tidak cukup menjadi nilai luhur secara philosophis. Di dunia nyata, ideologi harus berwujud, terlihat dan harus dapat disentuh. Mengingat dahsyatnya ancaman yang dihadapi sebuah negara terkait dengan keberlangsungan hidupnya di masa depan, ideologi harus mengikat seluruh nilai-nilai luhur dan keyakinan menjadi kekuatan yang berwujud. Atau dengan kata lain, ideologi harus menjadi roh dan sekaligus kekuatan atau senjata nyata pada saat yang sama,” pungkas Putut Prabantoro. ***
Artikel Terkait
Bersama STKIP Melawi IKIP PGRI Pontianak Adakan FGD Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum Merdeka
Gubenur Lemhannas: Pancasila Benteng Indonesia Hadapi Pertarungan Global
Ternyata Pancasila Sudah Digali oleh Soekarno Sejak 1918 dan Bukan di Ende
Presiden: Pancasila Fondasi Indonesia Berhasil Hadapi Krisis Global
Berbusana Adat Kesultanan Deli, Presiden Pimpin Upacara Peringatan Harlah Pancasila di Monas
AM Putut Prabantoro: Ini Tiga Kriteria yang Dibutuhkan Pemimpin Indonesia 2045