Fakta Kratom! Obat Tradisional Asia yang Jadi Perhatian Dunia Medis, Legal Diperdagangkan di Amerika Serikat

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 16 Juni 2025 | 07:05 WIB
Daun, bunga serta buah kratom. Pemerintah akan mengatur regulasi terkait tanaman dan perdagangan kratom, hal ini bisa menjadi kabar baik bagi petani.
Daun, bunga serta buah kratom. Pemerintah akan mengatur regulasi terkait tanaman dan perdagangan kratom, hal ini bisa menjadi kabar baik bagi petani.

Berdasarkan Undang-Undang Makanan, Obat, dan Kosmetik AS, kratom dikategorikan sebagai bahan suplemen diet baru karena belum dipasarkan sebelum 15 Oktober 1994.

Baca Juga: Presiden Prabowo dan Donald Trump Bicara Lewat Telepon, Ini Isi Pembicaraan Kedua Kepala Negara Diungkap Seskab Letkol Teddy

FDA mensyaratkan bukti keamanan untuk bahan baru ini, dan telah menyita beberapa produk kratom yang dipasarkan sebagai suplemen.

Meski digunakan untuk mengatasi adiksi opioid, kratom sendiri berpotensi menimbulkan ketergantungan.

Pengguna reguler bisa mengalami gejala putus zat saat berhenti.

Baca Juga: Kursi 11A dan Kisah Ajaib Kumar Ramesh, Satu-satunya Penumpang Selamat dari Jatuhnya Air India 171

Efek samping yang dilaporkan antara lain:

  • Ringan: mual, konstipasi, pusing, mengantuk

  • Serius (jarang): kejang, hipertensi, masalah hati

  • Overdosis fatal akibat kratom saja sangat jarang, namun risiko meningkat jika digunakan bersama zat lain seperti obat terlarang atau alkohol.

  • Kontaminan berbahaya, termasuk logam berat dan bakteri, telah ditemukan dalam beberapa produk kratom.

  • Penggunaan jangka panjang dalam dosis besar berpotensi menimbulkan kerusakan hati. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: nccih.nih.gov

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X