Darurat di Iran! KBRI Imbau WNI Tetap Waspada Pasca-Serangan Israel

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 13 Juni 2025 | 18:31 WIB
Ilustrasi ledakan nuklir di area pemukiman warga.  (Unsplash.com @Mohammed Ibrahim)
Ilustrasi ledakan nuklir di area pemukiman warga. (Unsplash.com @Mohammed Ibrahim)

PONTIANAKGLOBE.COM, TEHERAN, IRAN -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan pasca-serangan militer Israel terhadap negara tersebut pada Jumat, 13 Juni 2025.

Imbauan ini disampaikan KBRI Teheran menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan menyusul konflik bersenjata antara Iran dan Israel.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Naik, IFG Ajak Masyarakat Perkuat Proteksi Lewat Asuransi Kesehatan

“KBRI Teheran mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Republik Islam Iran untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keselamatan diri dan keluarga dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari,” demikian pernyataan resmi KBRI, Jumat, 13 Juni 2025.

Selain itu, WNI juga diminta untuk menyimpan dokumen dan barang berharga di tempat yang aman, memastikan telah melakukan lapor diri ke KBRI, serta memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi.

“Mencermati perkembangan situasi keamanan setempat dengan memantau media massa dan sumber informasi resmi serta senantiasa menaati imbauan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga: IFG dan Perpusnas RI Salurkan Ribuan Buku ke 34 Provinsi untuk Tingkatkan Literasi

Dikutip dari Reuters, serangan Israel dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas strategis Iran, termasuk program senjata nuklir, pengembangan rudal balistik, dan tokoh penting di bidang nuklir.

Fasilitas utama nuklir Iran di kawasan Natanz menjadi salah satu sasaran yang dihantam berulang kali. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan asap tebal mengepul dari lokasi tersebut.

Baca Juga: Saat AS Tutup Pintu untuk Imigran, China Justru Bebaskan Visa untuk 55 Negara Termasuk Indonesia

Sejumlah pejabat tinggi Iran dilaporkan tewas dalam serangan itu, di antaranya Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hossein Salami, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mohammad Bagheri, dan seorang ilmuwan nuklir senior.

Hingga kini, komunitas internasional, termasuk Indonesia, secara luas mengecam aksi militer Israel. Pemerintah RI menyatakan tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan melemahkan tatanan hukum global. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X