Rekor Baru! FLPP Era Prabowo Naik 1.100 Persen, Kuota Subsidi Capai 350.000 Rumah

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 23 Mei 2025 | 13:03 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, menaikkan target kuota penyaluran FLPP ke 350.000 unit rumah di 2025.  (Dok. Sekretariat Presiden)
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, menaikkan target kuota penyaluran FLPP ke 350.000 unit rumah di 2025. (Dok. Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencetak sejarah baru di sektor perumahan rakyat.

Pada kuartal pertama 2025, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 53.874 unit rumah subsidi—capaian tertinggi sejak program ini pertama kali diluncurkan.

Baca Juga: Update Gempa M 6,3 di Bengkulu, 100 Rumah Rusak, Gubernur Janjikan Pembangunan Ulang

Tak hanya itu, untuk pertama kalinya, pemerintah menetapkan kuota FLPP sebesar 350.000 unit rumah subsidi dalam satu tahun anggaran.

Angka ini melonjak drastis dari kuota tahun sebelumnya yang hanya 220.000 unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut pencapaian ini sebagai lompatan monumental di era pemerintahan Prabowo.

“Capaian FLPP ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tahun ini, kuota KPR FLPP untuk rumah subsidi ditingkatkan menjadi 350.000 unit,” ujar Maruarar saat kunjungan kerja ke Kantor BP Tapera, Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa, 20 Mei 2025.

Baca Juga: Wamenaker Desak Sritex Bayar Pesangon Mantan Karyawan di Tengah Kasus Korupsi Iwan Lukminto, Begini Kata Noel

Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran BP Tapera atas kerja keras mereka dalam mempercepat realisasi program.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh pegawai BP Tapera atas dedikasinya,” ucapnya.

Lebih jauh, Maruarar menepis narasi pesimistis tentang masa depan Indonesia yang belakangan marak di media sosial.

Ia menyatakan bahwa pertumbuhan sektor perumahan menjadi bukti nyata bahwa arah pembangunan nasional berada di jalur yang positif.

Baca Juga: Bareskrim Hentikan Penyelidikan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Tidak Ditemukan Unsur Pidana

“Kita jawab narasi negatif dengan data. Jika ada yang bilang masa depan Indonesia gelap, buktinya di mana? Sektor perumahan kita tumbuh luar biasa hanya dalam tiga bulan. Ini adalah fakta yang membantah hoaks,” tegasnya.

Pertumbuhan FLPP yang menembus lebih dari 1.100 persen dibanding kuartal pertama tahun 2024 (sekitar 4.229 unit) menjadi bukti percepatan pembangunan sektor perumahan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X