PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan kesiapannya untuk mengunjungi kader di seluruh pelosok Indonesia.
Namun, kunjungan tersebut memiliki syarat utama: harus ada terobosan yang inovatif dan berdampak, bukan sekadar acara seremonial.
"Kader di daerah harus mampu menciptakan program yang bernilai bagi masyarakat. Saya tidak akan hadir hanya untuk melantik pengurus baru atau menghadiri acara yang bersifat seremonial," tegas Addin dalam pertemuan dengan kader GP Ansor di Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Sabtu (19/03/2024).
Dalam kunjungan tersebut, Addin didampingi oleh AM Putut Prabantoro (Ketua Gerakan Semangat Satu Bangsa Ekayastra Unmada) dan Ibnu Mubarok (Kepala Sekretariat PP GP Ansor).
Turut hadir, Ketua PW GP Ansor Sumatera Selatan Erwinsyah, Ketua PC GP Ansor Muara Enim Frans Irawan, Ketua PC NU Kabupaten Muara Enim Achmad Mujtaba, serta perwakilan dari Pemkab dan Forkopimda Muara Enim.
Kehadiran Addin di Muara Enim berkaitan dengan kegiatan bertajuk Ansor Muara Enim Bersedekah, yang mencakup pembagian paket sembako, santunan anak yatim, serta launching Koperasi Berkah Ansor Serasan Sekundang di Gedung Kesenian, Muara Enim.
Addin mengapresiasi langkah ini sebagai wujud nyata inovasi pengurus PC Ansor Muara Enim.
"Bukan hanya wilayah atau cabang, bahkan ranting pun akan saya kunjungi jika ada program yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Seperti yang dilakukan sahabat-sahabat di Muara Enim ini, patut diapresiasi," ujar Addin.
TIGA MAKNA “BISA”
Dalam kesempatan itu, Addin juga menjelaskan konsep yel-yel "Ansor Masa Depan" yang dijawab dengan kata "BISA". Menurutnya, kata bisa memiliki tiga makna:
1. Bisa sebagai kemampuan – Kader GP Ansor harus memiliki kapasitas untuk menjalankan program, menjaga marwah organisasi, serta melindungi ulama, masyarakat, dan bangsa.
2. Bisa seperti racun ular – Tidak boleh ada pihak yang bisa mengganggu soliditas dan kekompakan GP Ansor dalam menjaga NKRI dan nilai-nilai keislaman.
3. BISA sebagai singkatan:
Artikel Terkait
Pejabat Kemenkeu Aniaya Putra GP Ansor Minta Maaf dan Bilang Merupakan Masalah Pribadi Keluarga
Putusan Tegas Universitas Prasetiya Mulya, Hapus Status Mahasiswa Mario Penganiaya Anak Pengurus GP Ansor
AM Putut Prabantoro: Ini Tiga Kriteria yang Dibutuhkan Pemimpin Indonesia 2045
Putut Prabantoro: Karena Dunia Berubah, Ideologi Harus Berwujud dan Berbentuk
AM Putut Prabantoro Tegaskan Pemda di Asia Pasifik Perlu Promosikan Perdamaian Demi Peradaban Dunia
GP Ansor Luncurkan Asta Cita Center, Think Tank Pendukung Indonesia Emas 2045