Ia juga menginstruksikan LAZISNU untuk mengembangkan program peningkatan gizi siswa, seperti distribusi susu dan telur.
Baca Juga: Carmen Asal Bali Debut di SM Entertainment, Idol K-Pop Pertama Asal Indonesia!
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, mengungkapkan bahwa dana zakat dapat dialokasikan untuk program MBG jika penerimanya tergolong fakir atau miskin.
Namun, proses verifikasi penerima manfaat harus dilakukan dengan cermat.
“Sasaran program ini cukup luas, sehingga diperlukan kajian mendalam agar penggunaan dana zakat tetap tepat sasaran,” kata Noor.
Baznas juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi umat sebagai tujuan utama pengelolaan dana zakat.
Meski demikian, mereka siap mendukung MBG dengan alokasi dana yang telah melalui proses kajian menyeluruh.
Baik PBNU maupun Baznas sepakat bahwa program MBG perlu melibatkan berbagai pihak untuk menjamin keberlanjutan.
Pengelolaan dana ZIS yang hati-hati dan sesuai aturan akan memastikan program ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. ***
Artikel Terkait
Pesan Cinta Siswa SD untuk Prabowo di Hari Pertama Program Makan Bergizi Gratis di Makassar
Program Makan Bergizi Gratis di Kendari Masih Pakai Uang Pribadi Prabowo. Begini Penjelasannya
Siswa SD Susukan Beri Pantun untuk Prabowo di Acara Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis Ternyata Tanpa Susu, Begini Penjelasan Istana
Mengapa Program MBG untuk Ibu Hamil Hanya Seminggu Sekali? Ini Penjelasannya
80 Tahun Pengalaman Jepang dalam Makan Bergizi Gratis, Siap Kolaborasi dengan Indonesia