Habis Kebakaran Terbit Penjarahan: Peristiwa Kebakaran Dahsyat di LA yang Memicu Turunnya 2.500 Pasukan Militer

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 15 Januari 2025 | 16:27 WIB
Potret pasukan militer di California yang membantu proses evakuasi kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). (Dok. Government California)
Potret pasukan militer di California yang membantu proses evakuasi kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). (Dok. Government California)

Barang-barang curian senilai 200.000 pound sterling (sekitar Rp3,9 miliar), termasuk piala Emmy Awards, berhasil diamankan oleh pihak berwenang.

Baca Juga: Viral! Aplikasi Koin Jagat, Bisa Tukar Uang Tapi Rusak Fasilitas Umum

Wilayah yang menjadi sasaran penjarahan meliputi Pacific Palisades dan Mandeville Canyon, dua kawasan elite di LA.

Jaksa Wilayah LA, Nathan Hochman, mengutuk keras kejahatan ini.

“Kejahatan ini tidak hanya mengerikan, tetapi juga melukai perasaan masyarakat yang tengah berduka akibat kebakaran dahsyat ini,” tegas Hochman, Senin (13/1/2025).

Penjarahan di Tengah Tragedi

Kepolisian setempat telah mendakwa sembilan orang atas kasus penjarahan, sementara tiga tersangka lainnya masih buron.

Mereka diduga membobol rumah-rumah di Mandeville Canyon dan membawa kabur perhiasan, uang tunai, serta barang berharga lainnya.

Baca Juga: Roadshow Journalism 360 Promedia Hadir di Medan 22-23 Januari 2025, Jangan Lewatkan Keseruannya!

Para tersangka memiliki catatan kriminal panjang, yang berpotensi membuat mereka menghadapi hukuman berat.

Hochman menegaskan, “Kami akan menemukan Anda dan menuntut Anda seberat-beratnya sesuai hukum.”

Keajaiban di Tengah Kehancuran

Di tengah kehancuran, sebuah rumah di Malibu berhasil selamat dari amukan api.

Rumah tersebut milik David Steiner, profesor pendidikan di Universitas Johns Hopkins.

Dalam wawancara dengan The New York Post, Steiner mengaku tidak menyangka rumahnya akan selamat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X