"Jumlah itu setara 10 persen dari APBN kita," katanya.
"Saya dan keluarga tidak pernah melihat apalagi menikmati uang sebesar itu."
Harvey juga mempertanyakan perhitungan kerugian negara oleh ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Ia menilai perhitungan tersebut janggal dan kurang profesional, bahkan menyebutnya sebagai "prank" bagi auditor, jaksa, dan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru? Ini Jadwal Operasional Terbatas BRI
2. Pengakuan Dana Rp23,6 Juta untuk Bantuan Alkes
Dalam sidang sebelumnya, Harvey juga mengungkap bahwa ia pernah menerima uang sebesar Rp23,6 juta dari empat smelter swasta.
Uang itu, katanya, digunakan untuk membeli alat kesehatan selama pandemi Covid-19.
"Uang tersebut digunakan untuk bantuan alat kesehatan di RSCM dan RSPAD," ungkap Harvey pada 4 November 2024.
3. Sandra Dewi: Tidak Pernah Terima Hadiah dari Suami
Dalam persidangan pada 10 Oktober 2024, Sandra Dewi menyatakan bahwa ia tidak pernah menerima uang bulanan atau hadiah pribadi dari Harvey selama pernikahan mereka.
"Kebutuhan pribadi saya bayar sendiri. Semua aset atas nama suami," ujar Sandra. Ia juga menjelaskan bahwa mereka telah sepakat untuk pisah harta sebelum menikah.
Sandra menyebut bahwa penghasilan Harvey digunakan untuk keperluan rumah tangga, seperti pendidikan anak, listrik, dan gaji pekerja.
Satu-satunya barang dari Harvey yang dimilikinya hanyalah cincin pertunangan dan cincin kawin.
Artikel Terkait
PT Timah Tbk Bantu Penunjang Pariwisata Pantai Batu Rakit
Rumah Nelayan di Bangka Belitung Hampir Roboh, PT Timah Tbk Bangun Bikin Tegak Kembali
PT Timah Tbk Menyediakan 1.000 Kuota Bagi Pemudik di Kepulauan Bangka Belitung
PT Timah Tbk Menyalurkan Dana Rp14,18 Miliar Untuk Pemberdayaan Masyarakat
Kejagung Sita 88 Tas Mewah Sandra Dewi, Sang Artis Siap Buktikan Hasil Kerja Keras
Sandra Dewi Keberatan Harta Pribadinya Disita Kejagung, Kini Tak Hadir di Sidang Korupsi Harvey Moeis