Prabowo Ingatkan Pejabat untuk Hemat dan Perangi Kebocoran APBN 2025

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 11 Desember 2024 | 05:05 WIB
Presiden Prabowo melakukan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025, serta peluncuran Katalog Elektronik Versi 6.0 di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 10 Desember 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Presiden Prabowo melakukan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025, serta peluncuran Katalog Elektronik Versi 6.0 di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 10 Desember 2024. (Dok. Pontianak Globe)

"Selain itu, e-Katalog versi 6.0 juga memudahkan pihak-pihak terkait untuk melakukan pembayaran dan pelaporan pajak atas pembelian barang dan jasa," jelas Luhut.

Baca Juga: Tabrakan Maut di Jalan Trans Kalimantan Sungai Ambawang, Nyawa Pengendara Motor Melayang

Luhut membeberkan lima dampak positif dari implementasi e-katalog versi 6.0. Pertama, penghematan biaya pengadaan sebesar 20-30%. Kedua, efisiensi waktu, di mana proses yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan kini dapat dipercepat menjadi beberapa minggu berkat otomatisasi dan sistem digital.

Ketiga, transparansi dan akuntabilitas, karena sistem e-katalog memastikan harga yang transparan dan bersaing, serta meminimalkan intervensi manusia dalam pengadaan.

"Ini juga akan mengurangi potensi perilaku korupsi," tambah Luhut.

Keempat, peningkatan partisipasi penyedia barang dan jasa.

Dengan sistem online, penyedia kini lebih mudah berpartisipasi tanpa terkendala oleh lokasi atau birokrasi yang rumit.

Luhut mencontohkan bahwa lebih dari 13 ribu penyedia telah berpartisipasi dalam e-Katalog Indonesia, membuka peluang bagi UMKM untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Kelima, optimalisasi anggaran, di mana sistem digital memungkinkan pemerintah merancang pengeluaran yang lebih strategis dan memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Ini adalah langkah besar untuk efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara," tutup Luhut. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X